Bulu Tangkis: Tiket Blibli Indonesia Open Sudah Bisa Dipesan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli. Namun, tiketnya sudah mulai dijual pada 10 Juni.

    Indonesia Open termasuk dalam turnamen HSBC BWF World Tour Super 1000. Hanya hanya ada tiga turnamen di dunia yang masuk dalam kategori Super 1000, yaitu China Open, All England, dan Indonesia Ope ini.

    Kursi penonton untuk turnamen nanti akan terbagi dalam tiga kelas, yakni Blue Class (VIP), Red Class (Kelas 1), dan Black Class (Kelas 2). Harga tiket Blue Class dijual dengan harga mulai dari Rp 100.000, Red Class dimulai dari harga Rp 50.000, dan Black Class senilai Rp 25.000. Tiket sudah mulai dibeli di Blibli.com dan tiket.com.

    Pecinta bulu tangkis juga dapat membeli tiket terusan untuk enam hari seharga Rp 1.100.000 untuk Red Class dan Rp 2.100.000 untuk Blue Class.

    Selain pertandingan, panitia juga menjanjikan Blibli Indonesia Open 2019 ini akan diwarnai banyak kegiatan menarik untuk penonton. Para pengunjung dapat menikmati suasana arena atmosfer sportainment yang menyenangkan.

    Nantinya Istora Senayan akan disulap menjadi tempat yang kental akan nuansa bulu tangkis yang dipenuhi sarana hiburan. Para pengunjung tak hanya dimanjakan dengan tontonan bulu tangkis kelas elite yang dipenuhi pemain dunia, tapi juga dimanjakan dengan booth makanan, minuman, hall of fame, serta berbagai permainan menarik lainnya.

    Panitia dari Blibli.com juga akan mengajak beberapa mitra UMKM dari kategori Galeri Indonesia untuk menawarkan produk-produk lokal, terutama di bidang kuliner dan aneka merchandise. Selain itu, area outdoor akan hadir zona untuk anak, bersantai, spot foto makanan, dan instalasi seni kontemporer. Turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 juga akan dimeriahkan dengan konser musik dari musisi-musisi ternama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.