Jelang Tenis Wimbledon, Venus Dapat Wildcard ke Birmingham

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis dunia, Venus Williams asal Amerika Serikat memukul bola saat ikuti sesi latihan jelang bertanding dalam Turnamen Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 11 Januari 2018. REUTERS

    Petenis dunia, Venus Williams asal Amerika Serikat memukul bola saat ikuti sesi latihan jelang bertanding dalam Turnamen Australia Open di Melbourne Park, Melbourne, Australia, 11 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tunggal putri tenis Wimbledon lima kali, Venus Williams, akan melakukan debutnya di Birmingham pekan depan, setelah mendapatkan wildcard untuk turnamen Nature Valley Classic.

    Dikutip dari laman WTA Tour, Selasa, 11 Juni 2019, mantan petenis nomor satu dunia, yang dikalahkan Elina Svitolina pada babak pertama Prancis Terbuka itu, akan tampil di turnamen pemanasan Wimbledon tersebut untuk keempat kali. Williams sedang mengejar gelar ke-50 dalam kariernya.

    Williams, yang bersemangat bermain pada kejuaraan tersebut untuk pertama kalinya, mengatakan sangat senang bisa tampil di Birmingham. “Saya selalu suka bermain di rumput di depan penonton Inggris dan telah mendengar hal-hal indah tentang turnamen tersebut."

    Direktur turnamen Patrick Hughesman pun sangat senang menyambut Venus ke Birmingham. “Dengan begitu banyak bintang besar yang bermain tahun ini, memberi kami peluang besar untuk memperoleh penonton baru untuk tenis. Venus adalah legenda tenis dan dia juga panutan yang hebat."

    Williams bergabung dengan peringkat satu dunia Naomi Osaka, juara Roland Garros Ashleigh Barty, juara bertahan dan pemenang dua kali Wimbledon Petra Kvitova, dan petenis nomor satu Inggris Johanna Konta. Namun, juara Wimbledon 2017 Garbine Muguruza terpaksa mengundurkan diri karena cedera kaki kiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.