Bursa Ketua Umum KONI Pusat: Dukungan untuk Muddai Mulai Muncul

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum PB Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Perserosi), Ganjar Razuni yang juga politikus Partai Golkar. (istimewa)

    Wakil Ketua Umum PB Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Perserosi), Ganjar Razuni yang juga politikus Partai Golkar. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pencalonan Muddai Madang sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 cukup tepat pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Jakarta, 2 Juli 2019. Pasalnya, Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini bukan hanya tidak asing lagi di dunia olahraga tetapi punya pengalaman yang cukup mumpuni dalam mengelola organisasi.

    "Pak Muddai Madang itu figur yang paling pantas untuk memimpin KONI Pusat. Bukan hanya pengalamannya menduduki jabatan penting di organisasi olahraga tetapi saat menjabat Ketua KONI Provinsi Sumsel terpilih sebagai Ketua KONI Provinsi Terbaik pada KONI Award 2014," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persartuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Perserosi), Ganjar Razuni di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

    Pengalaman Muddai Madang mengelola KONI Sumsel selama dua periode, kata mantan Wakil Sekjen kONI Pusat periode 2011-2015, semakin lengkap saja. Sebab, Muddai pernah mendapat kepercayaan untuk menangani multi event nasional yakni PON 2004 di Palembang. Kemudian, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian Games 2018 serta berbagai single event yang digelar di kota Mpek-mpek tersebut.

    "Segudang pengalaman baik di ajang multi event nasional dan internasional itu akan menjadi pelengkap bagi pak Muddai untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

    Berbicara masalah hubungan Muddai Madang dengan KOI dan pemerintah, kata Ganjar, tidak perlu diragukan lagi.

    "Enterpreneurshipnya tak perlu diragukan. Dia sudab membuktikanya saat menangani SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asian Games 2018 yang digelar di Palembang. Itu kan sebagai bukti bahwa pak Muddai mampu menjalin hubungan baik dengan pemerintah dalam hal ini Kemenpora. Jadi, tidak salah memang jika kita memberikan dukungan untuk memberikan kepercayaan kepadanya sebagai pimpinan KONI Pusat dalam Musornaslub mendatang," katanya.

    Ganjar juga menyebutkan Muddai Madang juga sudah menyiapkan program KONI Pusat ke depan baik dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia maupun dalam penggalangan dana melalui sponsor dan Badan Usaha Milik Negara

    Muddai Madang yang juga pengusaha mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang rencananya digelar di Jakarta, 2 Juli mendatang,

    Keputusan itu diambil Muddai Madang yang sudah punya konsep untuk membangun prestasi olahraga. "Saya sudah punya program yang jelas untuk bisa membawa KONI Pusat ke arah yang lebih baik lagi dalam membangun prestasi olahraga nasional," kata Muddai Madang yang berada di Mekkah menjalani Umroh.

    Program tersebut, kata Muddai, antara lain membangun koordinasi yang sangat erat antar kelembagaan KONI, KOI, dan Kemenpora. "Saya ingin hubungan ketiga lembaga lebih solid lagi. Semuanya harus terencana, berjalan dengan baik dan transparan," katanya.

    Ya, cukup wajar memang Muddai sudah punya program apalagi dia pernah menjabat Ketua KONI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) selama dua periode. Makanya, dia sangat memahami kesulitan masalah dana pembinaan olahraga. Apalagi, KONI Pusat tempat bernaungnya induk-induk organisasi olahraga amatir (PB/PP) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembinaan prestasi olahraga Indonesia.

    "Selain bantuan dana dari pemerintah melalui APBN, saya akan mencoba mencarikan dana KONI melalui sponsor dan melibatkan pihak-pihak swasta dan BUMN yang memiliki dana CSR (Corporate Social Responsibility. Terus terang, kebutuhan dana bagi peningkatan prestasi olahraga itu cukup besar apalagi pemerintah telah menetapkan prestasi pada ajang Asian Games dan Olimpiade menjadi prioritas," katanya.

    "Pengelolaan dana juga akan dilakukan secara transparan dan accountable serta mendorong ke arah kemandirian. Dengan demikian, KONI dan KOI mendapat kepercayaan dan mempunyai alokasi dana khusus untuk menjalankan program organisasinya," tambah Muddai yang pernah menjabat sebagai CDM Kontingen Indonesia pada Asian Beach Games Phuket, Thailand 2014.

    Alasan lain Muddai Madang maju dalam pecalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 karena adanya permintaan dari beberapa PB/PP. Selain itu, dia berkeinginan melancarkan keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

    "Kita sama-sama mengetahui KONI Pusat saat ini dalam kondisi yang tidak menentu, untuk itu saya ingin mengembalikan fungsinya sesuai Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). Perlu dicatat, kita perlu mempersiapkan secara dini atlet Indonesia agar kita memiliki atlet yang mampu lolos di kualifikasi Olimpiade. Makanya, kita harus melakukan perbaikan yang spesifik untuk pencapaian prestasi, administrasi serta aturan-aturan agar cabor-cabor lebih profesional dalam menjalankan program pembinaan dan pelatihan," kata Muddai Madang.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.