Ajak Serena Berpasangan, Dominic Thiem Ingin Tebus Kesalahan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan petenis Austria Dominic Thiem di Prancis Terbuka 2019. (ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

    Penampilan petenis Austria Dominic Thiem di Prancis Terbuka 2019. (ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul kesalahpahaman di ruang media Prancis Terbuka, petenis putra Austria, Dominic Thiem, mengajak Serena Williams berbaikan. Caranya adalah Thiem menawari petenis putri Amerika Serikat tersebut berpasangan sebagai ganda campuran pada seri turnamen Grand Slam berikutnya, Wimbledon atau Amerika Serikat Terbuka.

    Thiem, yang akhirnya dikalahkan Rafael Nadal pada final Prancis Terbuka,  marah ketika diminta memberi jalan bagi Serena saat ia melakukan wawancara setelah pertandingan. Saat itu, Serena baru kalah pada putaran ketiga pada pekan pertama turnamen tersebut.

    Serena, yang baru kalah dua set langsung oleh Sofia Kenin, mendorong penyelenggara untuk memberinya ruang segera dan Thiem menuduh petenis Amerika itu menunjukkan kepribadian buruk dan memperlakukannya seperti seorang junior.

    "Mungkin itu bukan kesalahan Serena," katanya kepada wartawan, Selasa, 11 Juni 2019, sebagaimana dikutip Reuters. "Saya mengetahui prestasinya luar biasa, sensasional. Saya ingin menebus kesalahan bersama dia ganda campuran di Wimbledon atau Amerika Terbuka.”

    "Kalau dipikir-pikir, lucu bahwa kesalahan organisasi seperti itu terjadi di turnamen Grand Slam. Yang tidak saya mengerti adalah bahwa itu sangat meledak," Thiem melanjutkan.

    Thiem adalah petenis spesialis lapangan tanah liat. Tapi, ia ingin meningkatkan prestasinya di turnamen lapangan rumput Wimbledon. Ia belum pernah mencapai perempat final.

    "Wimbledon itu istimewa," kata petenis berusia 25 tahun itu. "Saya ingin menunjukkan diri saya lebih baik dari tahun lalu. Pada saat itu saya sedikit cedera dan harus menyerah pada babak pertama,” kata Dominic Thiem.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.