Pelatnas SEA Games 2019: Cedera, Basket Ganti 2 Pemain Andalan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tim nasional basket putra Indonesia, Wahyu Hidayat Jati saat menggelar latihan di Lapangan Basket Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Aditya Budiman.

    Pelatih tim nasional basket putra Indonesia, Wahyu Hidayat Jati saat menggelar latihan di Lapangan Basket Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. TEMPO/Aditya Budiman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional basket putra, Wahyu Hidayat Jati, mengganti dua pemain andalannya lantaran mengalami cedera. Mereka adalah Adhi Pratama Putra dan Arki Dikania Wisnu.

    Dari pemeriksaan dokter di pemusatan latihan nasional diketahui Adhi mengalami cedera lutut sementara Arki merasakan nyeri di bagian telapak kaki. "Mereka diganti Tri Hartanto dan David Nubuan," kata Wahyu di lapangan basket Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

    Menurut dia, proses penyembuhan cedera yang dialami Adhi dan Arki masing-masing diperkirakan berjalan selama tiga pekan dan dua bulan. Wahyu mengatakan kedua pemain bisa mendapatkan kembali posisinya di Timnas selama bisa memenuhi harapan tim pelatih.

    Oleh sebab itu, Wahyu meminta Adhi dan Arki tetap menjaga kondisi meski tengah menjalani masa penyembuhan. "Kami prinsipnya ada promosi degradasi. Kalau ada yang lebih baik kami panggil, sampai entry by name SEA Games (2019)," kata pelatih yang akrab disapa Cacing.

    Ihwal dua pemain pengganti Ardhi dan Arki, Wahyu menyebut sudah mengamatinya. Dari catatan dia, Tri dan David mempunyai kesamaan bermain dan posisi di lapangan. "Saya melihat statistik pemain dan mereka ada kemiripan," ucap Wahyu.

    Sepanjang program pemusatan latihan nasional SEA Games 2019, ia menambahkan, berencana menambah lima pemain lagi. Tambahan pemain diperlukan agar para pemain bisa mendapatkan lawan tanding. Selain itu, ia berharap para pemain yang bergabung di pelatnas juga bisa mendapatkan pengalaman bermain. "Mungkin saya panggil pemain yang berusia di bawah 19 tahun," kata Wahyu.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.