Atlet Pelatnas Angkat Besi Diiziinkan Iku Pra-PON, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah lifter pelatnas angkat besi, menggunakan fasilitas Kawasan Stadion Utama GBK, guna mempersiapkan diri menuju Olimpiade Rio 2016. Antara/Wahyu Putro

    Sejumlah lifter pelatnas angkat besi, menggunakan fasilitas Kawasan Stadion Utama GBK, guna mempersiapkan diri menuju Olimpiade Rio 2016. Antara/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menyatakan memberi kesempatan kepada para atlet angkat besi mereka tampil di ajang Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON). Pra-PON rencananya diadakan di Bandung pada periode Agustus 2019.

    Pelatih kepala pemusatan latihan nasional angkat besi Dirja Wihardja menyebut Pra-PON menjadi ajang pemanasan bagi anak asuhnya yang dipersiapkan bertanding di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, September nanti. "Pra-PON diibaratkan seperti tes angkatan bulanan. Buat kami jadi bahan evaluasi juga," kata Dirja saat ditemui di Mess Kwini, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2019.

    Tim pelatih PABBSI, ucap Dirja, tak khawatir dengan mepetnya dua ajang nasional dan internasional dalam waktu dua bulan. Menurut dia, daerah juga mempunyai hak atas atlet binaannya.

    Hal terpenting yang menjadi perhatian PABBSI, kata dia, tim pelatih akan mengawasi seluruh lifter pemusatan latihan nasional selama Pra-PON berlangsung. Menurut Dirja, para pelatih sudah menyiapkan masa pemulihan dan strategi bagi atlet yang tampil di pra PON dan Kejuaraan Dunia nanti. "Daerah yang punya atlet juga," ucapnya.

    Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2019 bakal diadakan di Thailand. Dirja menilai turnamen itu amat penting diikuti karena para atlet akan berburu tiket kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020. "(Indonesia) harus bisa dapat," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.