Konsumsi Zat Racun Tikus, Pelari Maraton Kenya Diskors 9 Bulan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi maraton. AP/Robert F. Bukaty

    Ilustrasi maraton. AP/Robert F. Bukaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelari maraton Kenya, Felix Kirwa, dijatuhi hukuman skorsing selama sembilan bulan setelah dia dinyatakan positif menggunakan strychnine, suatu zat yang kadang-kadang digunakan sebagai racun tikus.

    Dikutip dari Reuters, Kamis, 13 Juni 2019, Unit Integritas Atletik (AIU) mengatakan bahwa Kirwa akan dilarang bertanding hingga 14 November dan didiskualifikasi dari peringkat kedua lomba maraton di Singapura, Desember lalu.

    Kirwa, yang menjuarai maraton Singapura pada 2016, mengatakan bahwa dirinya telah mengkonsumsi obat-obatan herbal, termasuk zat terlarang itu. AIU pun menyebut adanya strychnine dalam sampel urinnya konsisten dengan penjelasan tersebut.

    Strychnine masuk dalam daftar terlarang Badan Anti-Doping Dunia karena merupakan stimulan. Pada akhir abad 19 dan awal 20, zat tersebut digunakan dalam dosis kecil sebagai pendorong kinerja atlet dan stimulan energi.

    Kenya, yang terkenal sebagai gudangnya pelari jarak menengah dan jauh, reputasinya mengalami kerusakan serius karena sejumlah pelanggaran doping dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam lima tahun terakhir, sekitar 50 atlet Kenya dikenai sanksi, termasuk mantan pemenang Boston dan Chicago Marathon Rita Jeptoo dan juara maraton Olimpiade 2016 Jemima Sumgong.

    Juara dunia tiga kali lomba lari 1.500 meter dan peraih medali emas Olimpiade 2008 Asbel Kiprop juga dilarang ikut kompetisi selama empat tahun pada April karena gagal tes doping pada November 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.