MotoGP: Vinales Impikan Podium di Barcelona Untuk Kali Pertama

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. (reuters)

    Pembalap MotoGP dari tim Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Maverick Vinales berharap mampu meraih podium untuk kali pertama dalam MotoGP Catalunya, yang akan digelar di Sirkuit Barcelona pada Minggu 16 Juni 2019.

    Sejak melakukan debut di MotoGP pada musim balap 2015 bersama tim Suzuki, Vinales sama sekali belum pernah meraih podium di Barcelona. Padahal pembalap asal Spanyol itu selalu menyebutkan bahwa Barcelona adalah sirkuit kesukaannya.

    Baca: Kembali Digosipkan Pensiun dari MotoGP, Rossi Menjawab: Belum

    “Saya tidak sabar untuk membalap di Montmelo, Barcelona. Bertarung di sirkuit itu selalu menyenangkan. Saya bisa merasakan langsung dukungan penonton yang sangat bergairah di tepi lintasan, atmosfernya luar biasa,” kata Vinales.

    Performa Vinales sedikit membaik, setelah mampu finis keenam dalam seri balap sebelumnya dalam MotoGP Italia di Sirkuit Mugello. Sebelumnya dia gagal finis di MotoGP Prancis.

    Prestasi Vinales di Italia jauh lebih baik dibandingkan Valentino Rossi, yang jatuh dan gagal finis dalam balapan di kandangnya tersebut.

    Baca: Jadwal MotoGP Catalunya: Ducati Jaga Tren Positif

    “Mugello adalah sirkuit yang sangat sulit ditaklukkan, karena di sana sunggu memerlukan kerja keras fisik. Tetapi saya mampu menyelesaikan balap dengan baik. Tentu saya berharap hasil yang lebih baik di Barcelona ini,” imbuh Vinales.

    Setelah enam seri balap MotoGP 2019 dijalani, Maverick Vinales baru sekali naik podium yaitu sebagai peringkat ketiga di GP Spanyol pada 5 Mei lalu. Mampukah pembalap tim Yamaha ini merasakan podium untuk kali pertama di Barcelona?

    CRASH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.