Calon Ketua KONI: Muddai Madang Ingin Olahraga Jadi Industri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muddai Madang. TEMPO | Subekti.

    Muddai Madang. TEMPO | Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023 Muddai Madang bicara misinya bila terpilih pada Musyawarah Olahraga Nasional Juli nanti. Pria berusia 59 tahun itu menyatakan sebagai lembaga olahraga KONI memerlukan inovasi agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

    Ia mengatakan saat ini dunia olahraga sudah bergerak ke arah industri. Cabang olahraga di Indonesia, kata dia, mesti bisa beradaptasi dengan perkembangan itu. "Eranya menuju sport industry. Perkembangannya ke sana," kata Muddai kepada Tempo di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    Baca: Bedah Calon Ketua KONI: 4 Program yang Dijanjikan Muddai Madang

    Sejauh ini, dari pengamatan Muddai belum banyak cabang olahraga di Indonesia yang sudah bergerak menuju industrialisasi. Salah satu olahraga yang dinilai sedang mengikuti perkembangan industri ialah sepak bola dan basket. "Voli sepertinya sedang menuju ke sana," ucapnya.

    Muddai yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menuturkan agar olahraga di Indonesia berkembang menjadi industri perlu ada improvisasi atau hiburan agar bisa menarik perhatian publik atau penonton. Ia menyebut dengan ada unsur hiburan ada peluang sponsor terlibat.

    Mantan Ketua KONI Provinsi Sumatera Selatan itu menuturkan dari sejumlah kategori, cabang olahraga yang berada di wilayah permainan mempunyai peluang besar ditambahi unsur hiburan. Cabang olahraga itu diantaranya sepak bola, basket, bulu tangkis, dan tenis.

    Baca: Bedah Ketua KONI: Muddai Madang Soroti Sport Science

    Namun tak hanya tanggung jawab induk organisasi olahraga saja yang harus menyesuaikan dengan perkembangan olahraga dunia. Muddai menyebut pengurus KONI pun harus bisa ambil bagian. Ia menyatakan pengurus KONI di level ketua bidang dituntut punya improvisasi dan selera membawa olahraga ke area hiburan. "Misalnya, bagaimana merancang agar kostum atlet itu menarik," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.