Bedah Calon Ketua KONI: Solusi Marciano Norman Soal Dana Olahraga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marciano Norman. Tempo/Subekti

    Marciano Norman. Tempo/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menilai ada kesenjangan antarinduk organisasi olahraga di Indonesia. Kesenjangan itu terjadi pada aspek finansial.

    Menurut dia, pada beberapa cabang olahraga tertentu upaya mencari pendanaan (sponsorship) berjalan tidak mudah. Sementara di cabang lainnya nampak tidak sulit mendapatkan bantuan dana. "Ada organisasi yang kuat (finansial), seperti PSSI dan PBSI, tapi ada juga yang cari sponsor saja susah sekali," ucap Marciano kepada Tempo di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    Baaca: Bedah Calon Ketua KONI: Ini Alasan Marciano Norman Ikut Bersaing

    Melihat fenomena itu, Marciano menuturkan, bila diberi kepercayaan jadi Ketua KONI Pusat ia akan mendorong induk organisasi olahraga menjalin kerja sama dengan perusahaan. Ia menyatakan pengurus cabang olahraga bisa menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta perusahaan swasta untuk pendanaan. "Tekad saya ialah menuju kemandirian olahraga," tuturnya.

    Kerja sama cabang olahraga dengan BUMN pernah dilakukan Marciano saat menjadi Ketua Umum Taekwondo Indonesia. Bank Rakyat Indonesia Tbk, tuturnya, menjadi tulang punggung bagi atlet dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). "Kami bisa gelar Kejuaraan Dunia Taekwondo di Bali karena ada BRI," ucap dia.

    Baca: Calon Ketua KONI: Muddai Madang Ingin Olahraga Jadi Industri

    Upaya kerja sama dengan BUMN atau swasta, lanjut Marciano, akan selalu terbuka. Ia menilai selama kedua belah pihak bisa berkolaborasi saling menguntungkan maka dukungan terhadap atlet atau turnamen olahraga akan didapat. "Taekwondo termasuk yang sudah mandiri. Kebutuhan organisasi sudah tercukupi dan bisa adakan pertandingan," kata Marciano.

    Marciano Norman menjadi salah satu kandidat bakal calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023. Ia bakal bersaing bersama bersama Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang dan mantan Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Hendardji Soepandji. Proses pemilihan Ketua KONI Pusat akan berjalan pada 3 Juli 2019 di Musyawarah Olahraga Nasional.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.