8 Fakta Menarik Rui Hachimura, Penoreh Sejarah di NBA Draft 2019

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rui Hachimura. (japantimes.co.jp)

    Rui Hachimura. (japantimes.co.jp)

    TEMPO.CO, Jakarta - Rui Hachimura menorehkan sejarah di ajang kompetisi basket NBA. Ia menjadi pemain Jepang pertama yang terpilih di putaran pertama NBA Draft.

    Hachimura, 21 tahun, dipilih Washington Wizards di posisi sembilan pada NBA Draft 2019, Jumat pagi. Berikut sejumlah fakta menarik tentang pebasket ini:

    - Hachimura menjadi pemain kedua yang mengikuti NBA Draft. Sebelumnya ada Yasutaka Okayama yang mengikuti draft 1981 dan terpilih oleh Golden State Warriors, namun tidak dikontrak. Namun, Hachimura tetap mencetak sejarah karena langsung terpilih pada putaran pertama.

    - Sebelum Hachimura, hanya ada dua pemain Jepang yang pernah main di NBA yakni Yuta Tabuse (Phoenix Suns 2004-2005) dan Yuta Watanabe (Memphis Grizzlies 2018-2019).

    - Hachimura merupakan putra dari wanita asal Jepang dan ayah berasal dari Benin. Lahir di Toyama, Jepang, Hachimura memilih membela timnas Jepang ketimbang Benin.

    - Bakat Hachimura sudah menonjol sejak awal. Ia antara lain memimpin Meisei High School tiga kali menjuarai turnamen antarsekolah di Jepang. Ia menjadi andalan di Timnas Jepang U-17 dan U-19.

    - Ia bergabung dengan kompetisi basket antarkampus Amerika setelah bergabung dengan Gonzaga Bulldogs ada 2016. Ia menjadi pemain Jepang pertama yang bermain di divisi utama NCAA. Dia memperkuat Gonzaga dengan rata-rata 19,7 poin dan 6,5 rebound. Dia terpilih menjadi pemain terbaik West Coast Conference.

    - Memiliki tinggi 2,03 meter dan berat badan 104 kilogram, Hachimura dapat bermain sebagai small forward maupun power forward. Pengidola Carmelo Anthony ini melukiskan gaya bermainannya dengan kalimat, "Saya pikir saya bisa bermain bertahan. Di kedua sisi, bertahan dan menyerang. Saya pikir saya bisa mempengaruhi permainan. Saya bisa mendapat rebounds dan mendorong bola. Saya bisa menembak, mengumpan, saya bisa menolong tim dalam banyak hal.”

    - Soal kesuksesannya terpilih di putaran pertama NBA Draft, Hachimura berujar, "Ini gila. Tak nyata. Ini sangat berarti bagi saya, bagi keluarga dan negara saya. Saya sangat berterima kasih."

    - Washington Wizards, yang akan diperkuat Rui Hachimura pada musim lalu gagal lolos ke playoff. Mereka terakhir kali juara pada 1978 saat mengalahkan SuperSonics dalam tujuh game.

    NBA | JAPAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.