Berantas Mafia Bola, Motivasi KPSN Mendaftar Capim KPK

Reporter

Editor

Ariandono

Dua tersangka pengaturan skor, Priyanto alias Mbah Pri dan Dwi Riyanto alias Mbah Putih digelandang Tim Satgas Antimafia Bola menuju mobil tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. Berkas perkara kasus mafia bola telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum (JPU). TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu akar korupsi yang sulit dicabut adalah di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan persepakbolaan nasional karena di sana ada mafia bola.

Itulah salah satu motivasi Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) mengirim dua komisionernya maju sebagai calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian dikatakan Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Kedua komisioner KPSN yang Selasa (18/6/2019) lalu mengambil formulir pendaftaran capim KPK adalah Karyudi Sutajah Putra dan Benny Erwin.

Menurut Suhendra, sejak KPK berdiri pada 2003 hingga kini, lembaga antirasuah ini belum pernah menyentuh dugaan korupsi di tubuh PSSI dan persepakbolaan nasional, sampai kemudian Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri turun tangan dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka match fixing dan perusakan barang bukti terkait perkara match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan, termasuk mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono, salah satunya karena diinisiasi KPSN.

Ketika Satgas Anti Mafia Sepak Bola berakhir masa tugasnya per Jumat (21/6/2019), kata Suhendra, perjuangan KPSN selanjutnya dalam membersihkan PSSI adalah dengan mengandeng KPK di samping Polri. "Kami sudah berkirim surat untuk minta audiensi dengan pimpinan KPK," cetus Suhendra.

Ia memandang ke depan akan lebih efektif bila KPSN punya kepanjangan tangan di KPK, dengan menempatkan komisionernya di kursi pimpinan KPK. "Tentu, pemberantasan mafia bola hanya salah satu dari seluruh agenda besar pemberantasan korupsi yang sudah akut bak kanker stadium 4," jelasnya.

"Untuk membersihkan halaman PSSI, harus dilakukan dengan sapu yang bersih,” lanjutnya.

Suhendra mengaku bangga dengan langkah dua komisionernya itu, dan berpesan agar tetap mengingat tata nilai dan filosofi yang sudah terbangun baik di KPSN.

Ikhwal integritas, kejujuran dan sikap tanpa kompromi, tegas Suhendra yang dijuluki "Mr No Compromise" ini, sudah dibuktikan dengan segudang prestasi yang ditorehkan KPSN, dimulai dari sebagai inisiator pemberantasan mafia bola di tubuh PSSI, yang menghasilkan 17 tersangka, hal yang belum pernah terjadi di mana pun. Banyak tawaran dan ancaman agar KPSN mengendur atau bahkan berhenti, tapi hal itu tak digubris karena sudah biasa dialami.

Yudi, yang berlatar jurnalis, dan Benny yang berlatar ekonom pun siap mengusung nilai-nilai KPSN ke dalam KPK bila kelak terpilih menjadi pimpinan lembaga antirasuah itu. “Ada nilai-nilai di KPSN yang bisa diadopsi untuk lebih mewarnai dan memperkuat kinerja KPK, yakni kejujuran, integritas, kedisiplinan, dan anti-kompromi. Kita siap mengusung nilai-nilai itu ke KPK,” ujar Yudi dalam rilis yang diterima Tempo.co

Yudi mengaku siap menapak jejak Johan Budi Saptopribowo yang pernah menjadi komisioner KPK, karena sama-sama berlatar belakang wartawan. Begitu pun Benny, yang menguasai bidang keuangan dan perbankan, juga siap menyumbangkan keahliannya di KPK.






Dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia, Ilija Spasojevic Tak Ingin Terdepak Lagi

9 jam lalu

Dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia, Ilija Spasojevic Tak Ingin Terdepak Lagi

Pemain naturalisasi milik Bali United, Ilija Spasojevic, telah bergabung dalam pemusatan latihan timnas Indonesia menuju Piala AFF 2022 di Bali.


Target Sandy Walsh Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

10 jam lalu

Target Sandy Walsh Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

Pemain naturalisasi timnas Indonesia, Sandy Walsh, dipastikan dapat tampil di Piala AFF 2022 setelah FIFA menyetujui permohonan perpindahan federasi.


Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

1 hari lalu

Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

Dua pemain naturalisasi, Jordi Amat dan Sandy Walsh, sudah resmi diizinkan pindah status federasi.


FIFA Melarang Kegiatan Non-Sepak Bola di Stadion untuk Piala Dunia U-20

1 hari lalu

FIFA Melarang Kegiatan Non-Sepak Bola di Stadion untuk Piala Dunia U-20

Ada 6 stadion yang bakal digunakan untuk Piala Dunia U-20 2023. Salah satunya ialah Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.


Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

1 hari lalu

Sandy Walsh sudah Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022, Pemain Naturalisasi Jordi Amat Masih Menunggu

Turnamen sepak bola Piala AFF 2022 akan berlangsung mulai 20 Desember dan persiapannya telah dimulai sejak Senin pekan ini di Bali.


PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

1 hari lalu

PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

Direktur PT LIB Ferry Paulus mengatakan pihaknya tetap optimistis putaran pertama Liga 1 musim 2022-2023 tuntas pada Desember 2022.


Sandy Walsh Dipastikan Bisa Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

2 hari lalu

Sandy Walsh Dipastikan Bisa Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022

Sandy Walsh sudah mendapatkan status sebagai pemain yang berada di bawah naungan PSSI.


Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

2 hari lalu

Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Mabes Polri menggelar rapat koordinasi dengan PSSI dan PT LIB membahas kelanjutan kompetisi Liga 1.


Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

Polri, PSSI, dan PT LIB menggelar rapat koordinasi pengamanan Liga 1 musim 2022-2023 yang akan digelar lagi pasca- tragedi Kanjuruhan.


Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

2 hari lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.