Lewis Hamilton Akui F1 Kian Membosankan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton (kiri) berselebrasi bersama rekan setim Valtteri Bottas dalam Formula 1 GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, Ahad, 23 Juni 2019.  Delapan kemenangan diraih di awal musim ini, sementara dua kemenangan lainnya di seri balapan musim lalu. REUTERS/Vincent Kessler

    Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton (kiri) berselebrasi bersama rekan setim Valtteri Bottas dalam Formula 1 GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, Ahad, 23 Juni 2019. Delapan kemenangan diraih di awal musim ini, sementara dua kemenangan lainnya di seri balapan musim lalu. REUTERS/Vincent Kessler

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, menyatakan jika bukan pembalap yang harus disalahkan jika balapan Formula 1 membosankan, tapi para pembuat peraturan kompetisi itu yang harus bertanggung jawab. Juara dunia bertahan F1 asal Inggris mengatakan hal itu seusai menjuarai Grand Prix Prancis, Minggu, 23 Juni 2019.

    "Jika kalian katakan membosankan,  aku sangat memahami itu," kata juara dunia lima kali itu seusai merayakan kemenangan keenamnya musim ini seperti dikutip Reuters.

    "Jangan salahkan pembalap karena bukan kami yang menulis peraturan itu," kata Hamilton yang pada pekan lalu menghadiri pertemuan di Paris dengan tim dan Federasi Otomotif Intenasional (FIA) untuk membahas peraturan F1 pada masa depan.

    "Kalian harus beri tekanan kepada orang-orang yang berada di atas, yang seharusnya membenahi ini. Saya kira mereka sedang mencobanya, tapi selama bertahun-tahun mereka telah membuat keputusan-keputusan yang buruk."

    Seusai usai menjuarai GP Prancis, Hamilton  unggul 36 poin dari rekan satu timnya di Mercedes, Valtteri Bottas, yang berada di peringkat dua klasemen pembalap. Sedangkan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, yang beada di peringkat tiga terpaut 76 poin dari Hamilton.

    Mercedes telah memenangi 10 balapan secara beruntun, dengan Hamilton menjuarai dua balapan terakhir musim lalu.

    Tim berjuluk Silver Arrow itu mendominasi setiap sesi latihan dan kualifikasi di Le Castellet sebelum memimpin sejak awal hingga akhir lomba di Prancis.

    Hamilton tak perlu menyalip pembalap lain atau pun harus mempertahankan posisinya mengingat dia finis terlampau jauh, 18 detik di depan rekan satu timnya yang menjadi urutan kedua.

    Bos tim Mercedes Toto Wolff pun ikut berkomentar. "Perspektif yang berbeda ketika kalian menonton di depan televisi dan ketika kalian duduk di mana saya berada," kata Wolff.

    "Apa yang kalian lakukan jika ada di posisi kami? Kalian akan terus tanpa lelah mendorong performa. Itu yang kami lakukan di semua area, tapi juga para suporter menurutku melihat balapan yang kurang enak untuk ditonton."

    Wolff juga mengatakan Sirkuit Paul Ricard menjadi salah satu penyebab balapan yang membosankan. "Mungkin kita hanya butuh satu lintasan yang sangat panjang daripada sebuah chicane di antaranya agar lebih banyak mobil yang tergelincir.”

    Pengertian chicane adalah tikungan berbentuk S yang tajam. Tikungan ini biasanya digunakan untuk memperlambat laju kendaraan atau untuk mempersulit trek agar lebih menantang.

    "Saya  kira jika kita benar menata peraturan F1 untuk musim 2021 adalah hal efisiensi aerodinamika dan turbulensi yang kami ciptakan di belakang mobil dan melihat ke sejumlah regulasi olahraga yang lebih menarik.  Saya kira itu adalah bahan baku untuk membuat tontonan yang bagus," ungkap Wolff.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.