Disahkan Sebagai Anggota IOC, Ini Komentar Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberi sambutan di acara buka puasa bersama pengurus cabang olahraga di Hotel Mulia, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. Foto : TEMPO/Aditya Budiman

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir memberi sambutan di acara buka puasa bersama pengurus cabang olahraga di Hotel Mulia, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. Foto : TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lebih dari satu dekade tak ada perwakilan perorangan Indonesia di IOC, pada sidang IOC ke-134, yang berlangsung di Laussane, Swiss, 24-26 Juni, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir disahkan sebagai anggota baru IOC Members.

    Selain Erick juga disahkan sembilan anggota baru lainnya yang sebelumnya dipilih oleh Komisi Pemilihan Anggota IOC yang diketuai oleh HRH The Princess Royal, atau Putri Anne dari Inggris.

    "Saya merasa terhormat karena disahkan menjadi bagian dari IOC. Ini juga menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, dan terutama Indonesia karena setelah 12 tahun, muncul lagi perwakilan Indonesia, meskipun secara perorangan, di organisasi olahraga dunia ini. Setidaknya, Indonesia akan semakin dikenal di IOC dan forum olahraga internasional lainnya," ujar Erick dalam rilis yang diterima Tempo.co dari Laussane, Swiss, Rabu 26 Juni 2019.

    Erick menjadi orang Indonesia pertama dalam 12 tahun terakhir yang menjadi IOC Members. Sebelumnya mantan ketua KOI dan KONI, Rita Subowo diangkat menjadi IOC Members pada tahun 2007 di sidang IOC ke-119 di Guatemala. Tokoh-tokoh olahraga nasional lainnya, seperti Dadang Suprayogi, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Mohammad "Bob" Hasan juga menempati posisi tersebut.

    IOC Members adalah perwakilan IOC yang ada di negara mereka masing-masing, namun bukan merupakan delegasi dari negara yang bersangkutan di IOC. Tugas utama IOC Members yakni, mewakili dan mempromosikan kepentingan IOC dan Gerakan Olimpiade di negara mereka dan juga dalam organisasi Gerakan Olimpiade tempat mereka berkiprah.

    Selain itu juga ada tugas dan fungsi lainnya, antara lain menetapkan seluruh nomor event di Olimpiade, kemudian memilih dan menetapkan tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin.

    Dengan terpilih sebagai IOC Members, Erick menilai ada tanggung jawab moral yang harus diemban untuk selalu menggelorakan gerakan dan semangat olimpiade di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa hal itu menjadi momen untuk terus meningkatkan prestasi dan eksistensi olahraga Indonesia di panggung internasional.

    "Dalam konteks usaha kita untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, adanya perwakilan perorangan di IOC merupakan hal positif. Indonesia bisa terus meningkatkan hubungan baik dengan IOC dan negara-negara anggota lainnya untuk memajukan prestasi olahraga nasional dan menggelar banyak ajang olahraga internasional, serta terus berkampanye tentang gerakan olimpiade dan membina generasi muda dengan menyebarkan semangat persahabatan, solidaritas, dan fair play," ungkap Erick.

    Dalam kiprah di pergaulan olahraga internasional, Erick Thohir pernah menjadi Presiden klub Inter Milan. Saat ini dia adalah Center Board Member di Federasi Bola Basket International (FIBA), juga Dewan Pemilik Klub Oxford United di Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.