Indonesia Open 2019: Tiket Tersisa 40 Persen, Ini Harganya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Ilustrasi Bulu tangkis. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pecinta olahraga bulu tangkis masih berkesempatan mendapatkan tiket nonton Indonesia Open 2019. Selain dijual secara online, penonton juga bisa mendapatkan tiket dengan cara datang langsung ke loket penjualan di Istora, Jakarta pada hari pertandingan.

    Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019 Achmad Budiharto mengatakan jatah tiket yang ditawarkan melalui loket penjualan (on the spot) cukup terbatas. Sebab sebagian besar tiket, yakni 60 persen, dijual melalui online.

    Penjualan tiket di loket masih dilakukan lantaran panitia ingin memberi kesempatan kepada para penggemar bulu tangkis. "Kami apresiasi yang datang langsung. Itu buktikan mereka cinta bulu tangkis," kata Achmad di acara konferensi pers Indonesia Open di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.

    Sebelumnya, tiket presale Indonesia Open 2019 yang ditawarkan secara online habis terjual. Panitia membagi tiga kategori tiket, yakni Blue Class (VIP) yang dihargai mulai Rp 100.000. Lalu Red Class (kelas 1), dimulai dari harga Rp 50.000, dan Black Class (kelas 2) dibuka pada harga Rp 25.000.

    Achmad menyatakan dari total kapasitas 7.000 kursi di Istora, panitia hanya menjual 5.000 tiket per hari. Menurut dia, sisa kursi yang tak dijual dipakai untuk kebutuhan sarana pendukung pertandingan.

    Saat ini, Achmad menyebut tiket yang bisa didapat melalui loket penjualan sekitar 200-an untuk kelas VIP dan kelas 1. Sedangkan kelas 2 masih tersedia sekitar 1.000. "Yang Black Class (kelas 2) masih ada sekitar 1.000-an di babak semifinal," kata dia.

    Tahun ini, lanjut Achmad, panitia kewalahan melayani permintaan tiket dari instansi pemerintah dan tamu khusus. Panitia, kata dia, mau tidak mau harus memberi perhatian sebab tidak menutup kemungkinan presiden datang dan menonton pertandingan bulu tangkis itu. "VIP dan kelas 1 itu yang tiap waktu menyusut terus, tapi akan saya pertahankan dijual sekitar 100 tiket," tuturnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.