Putri Chris John Raih Perak Kejurnas Wushu di Pangkal Pinang

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pewushu junior national, Maria Luna Ferisha yang juga putri mantan juara tinju dunia Chris John. (foto: istimewa)

    Pewushu junior national, Maria Luna Ferisha yang juga putri mantan juara tinju dunia Chris John. (foto: istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu tepat untuk menggambarkan kiprah Maria Luna Ferisha, atlet junior nasional wushu. Gadis berusia 13 tahun itu tak lain adalah putri sulung mantan juara dunia tinju kelas bulu WBA, Chris John.

    Pewushu putri kelahiran Semarang 12 Agustus 2005 yang akrab disapa Fey itu baru saja menyabet medali perak dalam Kejurnas Wushu di Pangkal Pinang, Bangka pada pekan lalu. Fey mendapat perak di nomor taichi, nomor yang selama ini didominasi oleh pewushu kenamaan Lindswell Kwok.

    “Kak Lindswell memang idola saya. Suatu saat saya ingin berprestasi sehebat dia, menjadi juara Asia dan dunia. Saya akan berusaha keras untuk meraih cita-cita itu,” ujar Fey.

    Fey belum lama berlatih wushu, baru pada saat berusia 11 tahun. Until hal satu itu, Anna Maria Megawati, Mamanya yang juga mantan atlet wushu punya alasan logis.

    “Wushu itu olahraga yang berat, gerakan-gerakannya sulit dan sangat rawan cedera jika tidak berhati-hati melakoninya. Sebagai anak yang masih dalam usia pertumbuhan, otot dan tulang Fey belum cukup kuat untuk melakukan gerakan-gerakan sulit, sehingga harus benar-benar diperhatikan,” kata Mega.

    Mega mengakui dia dan Chris tidak ingin setengah-setengah mendorong keinginan Fey untuk menjadi atlet wushu nasional.

    “Semua harus ditata dengan benar, tidak mungkin seorang atlet menjadi juara tanpa proses penataan yang baik. Demikian pula dengan Fey, saya ingin dia tidak setengah-setengah dan berprestasi sehebat idolanya, Lindswell atau Chris sendiri,” inbuh Mega.

    Chris John bersama istrinya, Anna Maria Megawati dan kedua putri mereka, Maria Luna Ferisha (paling kanan) dan Maria Rosa Chrstiani. (foto: istimewa)

    Mega tidak main-main dalam menata karier Fey. Dia menyekolahkan putri sulungnya itu secara home schooling karena kesibukan latihan. Mega juga memboyong Fey ke Surabaya, karena aktivitasnya mengelola Sasana Wushu Dragon Camp di kota itu.

    “Kalau dia ditinggal di Semarang bersama Chris malah tidak jadi apa-apa, karena Chris juga punya aktivitas yang tidak kalah sibuk dan jarang di rumah,” kata Mega lagi.

    Fey sendiri berharap raihan prestasi sebagai runner up nasional, akan memberinya tiket menuju Kejuaraan Wushu Junior Asia yang akan digelar di Brunei Darussalam, 16-24 Agustus 2019.

    “Saya berharap bisa mendapat kesempatan untuk bertanding di Kejuaraan Junior Asia di Brunei, karena hasil di kejurnas ini,” kata Fey.

    Seperti Chris John yang juara tinju dunia, Fey pun bercita-cita kiprah wushunya bisa mencapai level dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.