Song Hye-kyo dan Sepenggal Kenangan Piala Dunia 2002

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Song Hye-kyo. Allkpop.com

    Song Hye-kyo. Allkpop.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris kondang asal Korea Selatan, Song Hye-kyo, saat ini sedang menjadi pusat perhatian di media sosial. Ia resmi menempuh proses perceraian dengan Song Joong Ki, Rabu, 26 Juni 2019.

    Song Hye-kyo jarang memiliki jalinan dengan dunia olahraga. Tapi, ketika Korea Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002--bersama Jepang--, wanita berusia 37 tahun ini ikut berperan.

    Song Hye-kyo yang saat itu merupakan salah satu aktris paling terkenal di Korea Selatan mendapat kehormatan untuk ambil bagian dalam pengundian babak penyisihan grup Piala Dunia 2002. Selebriti yang namanya mulai populer setelah membintangi serial drama berjudul Autumn in May Heart (2000) itu tampil penydian di atas panggung sebagai wakil tuan rumah Korea Selatan.

    Ia kala itu berdiri bersama sejumlah tokoh sepak bola dunia, salah satunya adalah legenda Brasil, Pele. Song Hye-kyo menjadi tokoh pertama yang diberi kehormatan mengundi lima negara yang akan dibagi ke dalam lima grup berbeda di Piala Dunia 2002.

    Pada kesempatan pertama mengambil bola undian, ia mengambil bola dengan tulisan negara Spanyol yang kemudian masuk Grup B. Kemudian pada kesempatan kedua, Song Hye-kyo mengambil bola dengan tulisan negara Brasil di dalamnya. Wakil Amerika Selatan itu kemudian tergabung di Grup C.

    Pada kesempatan ketiga, Song Hye-kyo itu mengambil bola yang berisikan nama negera Jerman, yang kemudian masuk ke Grup E. Pada kesempatan keempat, Song Hye-kyo mengambil bola yang berisikan negara Argentina, yang tergabung di Grup F. Italia menjadi negara terakhir yang diundi oleh Song Hye-kyo. Tim Azzurri tergabung Grup G.

    Dua negara pilihan Song Hye-kyo, Brasil dan Jerman, tampil bagus dan lolos ke partai final. Pada partai final Piala Dunia 2002 yang digelar di Stadion Internasional Yokohama, Jepang, Brasil berhasil mengalahkan Jerman dengan skor dua gol tanpa balas. Brasil yang saat itu dilatih Luiz Felipe Scolari pun berhasil meraih gelar juara Piala Dunia kelima mereka.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.