Gagal Verifikasi, Pendukung Muddai Madang Datangi Kemenpora

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Muddai Madang saat protes ke Kantor Kemenpora soal penolakan jagoannya dalam pencalonan Ketua Umum KONI Pusat. (dok.Forum Pengurus Cabor)

    Pendukung Muddai Madang saat protes ke Kantor Kemenpora soal penolakan jagoannya dalam pencalonan Ketua Umum KONI Pusat. (dok.Forum Pengurus Cabor)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pendukung bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Muddai Madang mendatangi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kedatangan sejumlah pengurus induk organisasi olahraga (pengurus cabang olahraga) dan KONI Provinsi untuk mengadu tentang proses pencalonan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023.

    Juru bicara tim pemenangan Muddai Madang, Ganjar Razuni, menyatakan, keberatan dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim Penjaring dan Penyaring calon Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat. Sebab, hanya ada satu calon yang lolos verifikasi. "Kami ingin ada proses yang demokratis dengan adanya calon sekurang-kurangnya dua," ucap Ganjar di Kemenpora, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

    Hasil verifikasi Tim Penjaring dan Penyaring hanya meloloskan Marciano Norman dalam pencalonan Ketum KONI Pusat. Sementara Muddai Madang kandas lantaran tak memenuhi syarat dukungan minimal dari KONI Provinsi.

    Dalam pertemuan dengan Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto, ucap Ganjar, pendukung Muddai berharap pemerintah bisa turun tangan. Namun Ganjar menyebut pemerintah memilih bersikap netral. "Kemenpora meminta dikembalikan ke AD/ART," kata dia.

    KONI Pusat akan menggelar Musyawarah Olahraga Nasional pada 2 Juli 2019 di Jakarta. Agenda utamanya ialah memilih ketua umum baru menggantikan Tono Suratman yang sudah dua periode memimpin.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.