Formula 2 Austria: Ini Modal Sean Gelael di Sirkuit Red Bull

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sean Gelael saat tampil di balap pertama F2 Catalunya, Spanyol, Sabtu, 11 Mei 2019. (Jagonya Ayam)

    Sean Gelael saat tampil di balap pertama F2 Catalunya, Spanyol, Sabtu, 11 Mei 2019. (Jagonya Ayam)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Indonesia Sean Gelal ingin menunjukkan kelasnya pada balapan Formula 2 di Sirkuit Red Bull Ring Austria pada akhir Sabtu dan Minggu ini. Sean akan berjuang merangsek ke barisan depan dari posisi start ke-11 untuk balapan Feature.

    Pembalap Team Pertamina Prema Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia tersebut meyakini race pace (kecepatan lomba) yang ia simulasikan saat free practice bisa menolongnya saat Race 1 Kejuaraan FIA Formula 2 2019 di Red Bull Ring, Austria, hari Sabtu ini.

    "Bermodal data saat free practice, kami berpeluang meraih poin lewat konsistensi kecepatan yang kami lalui," kata Sean dalam rilis, seolah ingin menunjukkan kelasnya sebagai pembalap yang secara reguler sebenarnya mampu meraih angka.

    Memang, pembalap PREMA Racing itu menyayangkan P6 sementara yang ia dapat tidak bertahan hingga akhir babak kualifikasi hari Jumat.

    "Kami melakukan beberapa perubahan setelan mobil dan itu malah tidak menguntungkan. Sesungguhnya kami berdua bisa ada di P6 dan 7," kata Sean menyinggung pencapaian rekan setimnya, Mick Schumacher yang meraih P7.

    Kedua pembalap PREMA tersebut memang sangat ingin segera meraih poin lagi, setelah pada dua seri terakhir di Monako dan Prancis mereka pulang dengan tangan hampa.

    Tim yang kerap melahirkan juara ini pun sekarang berada di posisi sembilan klasemen tim, dari sepuluh peserta F2 2019.

    Race 1 atau Feature Race Formula 2 Austria bisa disaksikan langsung via livestreaming di situs www.sean-gelael.com mulai pukul 21.25 WIB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.