Calon Ketua KONI Tunggal, Marciano: Saya Serahkan ke Musornas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marciano Norman dalam acara diskusi dengan Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta (SIWO PWI Jaya) di Gedung Dewan Pers, Jakarta pada Senin 1 Juli 2019. (TEMPO/Ariandono)

    Marciano Norman dalam acara diskusi dengan Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta (SIWO PWI Jaya) di Gedung Dewan Pers, Jakarta pada Senin 1 Juli 2019. (TEMPO/Ariandono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Pusat hanya meloloskan satu kandidat. Mantan Ketua Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Marciano Norman jadi satu-satunya calon ketua KONI Pusat.

    Marciano enggan menanggapi adanya calon tunggal. Ia menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi dan pemilihan ketua kepada panitia.

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu juga tak mau berspekulasi bila terjadi perubahan acara di acara Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas). "Saya serahkan soal itu ke Ketua Musornas," ucap Marciano di Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

    Sebelumnya, ada dua bakal calon Ketum KONI Pusat yang maju dalam pencalonan, yakni Marciano Norman dan Muddai Madang. Hasil verifikasi TPP hanya meloloskan Marciano Norman. Sementara Muddai Madang kandas lantaran tak memenuhi syarat dukungan minimal dari KONI Provinsi.

    TPP menyebut Marciano mengantongi 26 dukungan KONI Provinsi dan 37 suara dari Cabor dan badan fungsional. Muddai hanya mendapatkan tujuh suara KONI Provinsi dan 22 dukungan dari Cabor. Sementara syarat agar lolos verifikasi tiap calon harus mendapatkan dukungan minimal 10 suara KONI Provinsi dan 21 Cabor.

    Ketua TPP Amir Karyatin mengatakan timnya sudah bekerja sesuai dengan aturan. Ihwal hanya satu kandidat yang lolos ia menyerahkan sepenuhnya kepada Musornas nanti. "Mekanismenya seperti apa (pemilihan calon tunggal), tergantung pemilik suara," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.