Peserta Harus Bayar Rp 15 M untuk Ikut Esports Mobile Legend

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karakter Gusion dalam game Mobile Legends Bang Bang. (Moonton)

    Karakter Gusion dalam game Mobile Legends Bang Bang. (Moonton)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim eSports asal Indonesia, Louvre eSports, membuat petisi melalui laman Change.org terkait dengan aturan bayar Rp 15 miliar untuk tim yang ingin ikut turnamen Mobile Legend. Petisi tersebut berjudul 'Batalkan aturan bayar 15 Milyar untuk ikut turnament Mobile Legend dan Monopoli Moonton.'

    "Saya ingat ketika Bapak Presiden berbicara mengenai eSports saat debat Capres. Ini lebih kepada digital ekonomi dan pemerataan ekonomi, dan kami juga senang Bapak Presiden support kami dengan Piala President Mobile Legend, sehingga tim Indonesia baru saja menyabet gelar All Indonesia Final di Asia Tenggara," demikian tertulis dalam keterangan petisi.

    Namun, dalam petisi disebutkan, aturan baru untuk membeli slot senilai Rp 15 miliar cuma ada di Indonesia, sedangkan di negara lain gratis. Moonton, developer game Mobile Legend, katanya, hanya menandingkan 8 tim, dan itu dinilai bisa merusak prestasi atlet.

    Selain itu, Louvre melanjutkan, dalam event ada monopoli turnamen yang dilakukan Moonton. Oleh karena itu, Louvre meminta kepada presiden untuk membantu memediasi agar prestasi atlet tetap terjaga, ditambah lagi gelaran Sea Games 2019 sudah dekat.

    "Dengan banyaknya turnamen maka prestasi atlet sudah terbukti sangat baik, bahkan sekarang kita merajai Asia Tenggara. Mohon untuk dibantu mediasi dan diskusi terbuka," tulis Louvre.

    Sementara itu, Moonton melalui akun Instagram @mlbbesport.id memberikan klarifikasi terkait aturan tersebut. Dalam pernyatan tersebut tertulis bahwa setelah tiga season turnamen MPL, Moonton merasa harus membawa turnamen ke level selanjutnya, khususnya di Indonesia.

    "Kami menyadari bahwa kami tidak bisa melakukan semua ini sendirian, dan kami mulai menjangkau seluruh tim peserta MPL, dan menanyakan apakah mereka bersedia berinvestasi di dalam Liga melalui distribusi pendapatan bersama (share revenue)," tulis Moonton. "Itu mirip dengan banyak dilakukan Liga eSports Profesional di seluruh dunia."

    Dalam model tersebut, Moonton menambahkan, lebih dari 50 persen dari seluruh pendapatan Liga dari sponsor dan hak penyiaran untuk season mendatang akan didistribusikan kepada tim, sehingga dapat digunakan untuk membiayai tim berdasarkan aliran pendapatan yang stabil setiap season-nya.

    Setelah menerima pembelian dari minimal 8 tim MPL, Moonton memutuskan untuk mengambil langkah memperluas Liga. Langkah tersebut memungkinkan Moonton melangkah lebih jauh dari season 1 hingga 3.

    "Kami berupaya menerapkan peraturan untuk meningkatkan profesionalisme manajemen tim. Dan membuat program-program yang membantu dalam pengembangan karier eSport yang berkelanjutan di Indonesia," kata Moonton.

    Petisi dari tim esport tersebut mulai dibuat sekitar dua hari yang lalu dengan target 50.000 tanda tangan. Hingga berita ini ditayangkan, petisi tersebut sudah ditanda tangani lebih dari 37.000 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?