Patah Tulang Rusuk, Patrick Bevin Mundur dari Tour de France

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrick Bevin, pembalap sepeda asal Selandia Baru yang mundur dari etape VI Tour de France karena cedera. (Sirotti/cyclismactu.net)

    Patrick Bevin, pembalap sepeda asal Selandia Baru yang mundur dari etape VI Tour de France karena cedera. (Sirotti/cyclismactu.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap sepeda asal Selandia Baru, Patrick Bevin menjadi peserta pertama yang meninggalkan Tour de France tahun ini ketika timnya CCC mengumumkan bahwa ia tidak akan mengikuti etape keenam, Kamis.

    Bevin jatuh pada etape ketiga, Senin, dekat Eparney dan mengalaminya lagi pada etape keempat, Selasa, ketika ia mengalami patah pada dua tulang rusuknya. Ia tetap mengikuti etape kelima namun dengan merasakan sakit.

    Baca: Tour de France: Alaphilippe Menangi Etape III, Rebut Jaket Kuning

    "Saya jatuh pada sisi kiri saya dan membentur roda di dada," kata Bevin melalui laman tim CCC dikutip AFP, Kamis.

    "Saya pikir saya sudah berhasil lolos pada saat itu dan saya tidak punya masalah ketika kembali ke balapan, tidak ada kulit terkelupas atau apapun seperti itu.

    "Saya kira ini tidak terlalu buruk namun seiring berjalannya etape, ini memburuk."

    Pemeriksaan sinar-X menunjukkan dua tulang rusuk patah pada sisi kiri, membuat tim tersebut menarik dia dari balapan.

    Baca: Tour de France: Viviani Juara Etape IV, Alaphilippe Tetap Teratas

    "Meskipun Patrick ingin mencoba dan balapan pada etape enam, pagi ini kami secara kolektif membuat keputusan bahwa ia harus berhenti balapan agar pulih dengan baik dan fokus pada tujuannya pada paruh kedua musim ini," kata kepala petugas medis CCC Max Testa.

    Patrick Bevin juga keluar dari Tour de France 2018 setelah kesulitan untuk mengimbangi peloton di etape ke-14.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.