Lomba Lari Milo: Jalan Layang Kuningan, Jadi Trek Terberat

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan peserta mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Lomba lari ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-491 DKI Jakarta. ANTARA/Aprillio Akbar.

    Ribuan peserta mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Ahad, 15 Juli 2018. Lomba lari ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-491 DKI Jakarta. ANTARA/Aprillio Akbar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan layang Kuningan HR Rasuna Said, Jakarta, menjadi trek terberat yang harus dilalui peserta lomba lari Milo International 10 K, Minggu pagi, 14 Juli 2019. "Tanjakannya cukup jauh sekitar 200 meter dengan kontur menanjak. Luar biasa capeknya," kata peserta, Rendy Apriyanto di Jakarta.

    Sekitar 16.000 peserta lomba melintasi dua jalur Jembatan Layangan Kuningan sebanyak dua kali saat arah berangkat dan menuju garis finis.

    Ruas Jalan HR Rasuna Said ditutup sementara dari lalu lintas kendaraan sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB untuk kepentingan pelari.

    Proses pelepasan peserta oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus dimulai pukul 06.00 WIB tepat di kawasan Epicentrum Jakarta.

    Peserta terbagi dalam tiga gelombang pemberangkatan, yakni kelompok A, B, dan C. Terdapat lima kategori yaitu 10 K Open International, 10 K Indonesian Only, 10 K Indonesian Student, 5 K Indonesian Only, dan 1,7K Family Run.

    Pasangan suami isteri asal Bandung, Jawa Barat, Eva Fahad dan Fajar Arrozaq, mengatakan terhibur dengan lomba tersebut, meski memberikan sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan panitia.

    "Misalnya fasilitas water station yang idealnya disediakan di tiga lintasan, tapi hari ini hanya dua lintasan saja di KM 2,5 dan KM 7,5," katanya.

    Panitia kegiatan, kata Eva, tidak menyediakan minuman isotonik di Water Station yang penting untuk cairan tubuh bagi pelari. "Biasanya water station tersedia isotonik setiap 2,5 kilometer, tapi hari ini hanya disediakan air putih saja," kata pelari yang rutin mengikuti kejuaraan  di berbagai daerah sejak 2018 itu.

    Selain itu, Eva juga mengkritisi cuaca di kawasan Jakarta yang relatif panas bila dibandingkan dengan kenyamanan udara di kawasan perbukitan Bandung.

    "Baru beberapa kilometer lari sudah keringatan. Cuacanya panas banget, tidak seperti di Bandung," ujarnya.

    Pada penyelenggaraan ke-10 ini, Milo Jakarta International 10K mengusung tema A Decade of MILOJI 10K dan dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-492 DKI Jakarta.

    Peserta kegiatan mendaftarkan diri seharga Rp 175.000 untuk mengikuti kegiatan tersebut untuk memperoleh paket lomba lari, berupa produk Milo, tas, medali, dan kostum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.