Balap Sepeda Gunung: Bertualang dan Bertahan di Pegunungan Malino

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembah Biru di Malino, Kabupaten Gowa atau sekitar 80 kilometer dari Kota Makassar. Foto Istimewa

    Lembah Biru di Malino, Kabupaten Gowa atau sekitar 80 kilometer dari Kota Makassar. Foto Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 456 penggiat balap sepeda dari Sulawesi Selatan maupun beberapa daerah lainnya di Indonesia ikut dalam lomba sepeda gunung (mountain bike) dalam rangkaian Beautiful Malino di Kabupaten Gowa, Sulsel, 12-14 Juli 2019.

    Ketua Panitia Mountain Bike, Junaedi, di Gowa, mengatakan kegiatan ini dibagi dalam dua kelas yakni kelas adventure dan kelas enduro.

    "Total peserta 456, 300 yang ikut kelas adventure dan 156 kelas enduro. Kelas enduro ini terbagi lagi ada master A, B, C, junior, women top, dan men top," ungkapnya.

    Adapun hadiah yang disiapkan yakni total Rp 50 juta dan medali. Bahkan pemenang juara umum kelas enduro akan ikut pada kompetisi tingkat Asia.

    Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni usai membuka kegiatan menyatakan kebanggaannya atas partisipasi masyarakat yang sangat tinggi terhadap lomba sepeda gunung. "Rasa bangga dan terima kasih pastinya karena telah berparisipasi pada lomba ini. Insyaallah kami akan laksanakan setiap tahunnya. Mari terus ikuti mountain bike untuk lebih mensukseskan kegiatan ini kedepannya," katanya.

    Selain itu, Wabup Gowa turut meminta dukungan para peserta untuk mendukung Malino sebagai destinasi pariwisata nasional.

    "Doakan kami akan segera membuat tempat ini menjadi destinasi nasional dan semoga Beautiful Malino juga bisa menjadi event kalender nasional dari Kemenpar RI," harapnya.

    Dalam lomba balap sepeda gunung ini garis awal dimulai di Kampung Veteran Tinggimoncong dan berakhir di sekitar wilayah Air Terjun Takapala Malino.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.