Indonesia Open: Greysia Polii Sebut Persaingan ke Olimpiade Makin Sengit

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (badmintonindonesia.org)

    Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar Indonesia Open 2019. Pasangan peringkat lima dunia itu sukses mengalahkan ganda putri asal Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata, dua set langsung, 21-15, 21-16.

    Greysia menyatakan menghadapi pemain asal Jepang dituntut untuk fokus dan tidak boleh lengah. Ia pun mencoba memaksimalkan teknik bermain yang dimiliki. "Kami ambil kesempatan di situ (andalkan teknik)," ucapnya usai laga di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

    Menanggapi laga pertama di Indonesia Open, Greysia merasa cukup terkejut. Ia menilai persaingan di nomor ganda putri nampak semakin sengit. Menurut dia, hal itu dipicu oleh atmosfer perebutan poin menuju Olimpiade yang sudah dimulai.

    Greysia menilai persaingan itu merupakan hal yang wajar terjadi. Sebab Indonesia Open sebagai salah satu turnamen terbesar jadi kesempatan bagus bagi pemain untuk mengumpulkan poin ke Olimpiade Tokyo 2020.

    Secara khusus, pemain berusia 31 tahun itu mengatakan dari beberapa turnamen terakhir ganda putri asal Jepang terlihat tampil ngotot dan seolah-olah saling bersaing satu sama lain. "Saya juga merasa lawan ingin merebut posisi kami," ucap Greysia.

    Oleh sebab itu, lanjutnya, mulai saat ini para pemain mulai mengukur dan menghitung turnamen mana saja yang harus diikuti agar jalan menuju Olimpiade Tokyo bisa mulus. "Kami harus tancap gas makanya fisik harus dijaga terus," kata Greysia.

    Ganda putri Jepang amat mendominasi peringkat 10 dunia versi Federasi Badminton Dunia (BWF). Tercatat ada empat ganda putri Jepang yang masuk dalam 10 besar rangking dunia. Mereka adalah Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (peringkat 1), Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (2), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (4), dan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (10).

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.