Renang dan Atletik Lumbung Emas Indonesia ASEAN School Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Presiden ASEAN Sport School Council, Datin Seri Paduka Hajah Romaizah Binti Haji Mohd Saleh, membuka ASEAN School Games XI 2019 di Semarang pada Kami's 18 Juli.

    Menpora Imam Nahrawi didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Presiden ASEAN Sport School Council, Datin Seri Paduka Hajah Romaizah Binti Haji Mohd Saleh, membuka ASEAN School Games XI 2019 di Semarang pada Kami's 18 Juli.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perburuhan medali emas bagi kontingen Indonesia pada ASEAN School Games (ASG) 2019 di Semarang, Jawa Tengah, 18-25 Juli sudah dimulai dan lumbung emas bagi kontingen tuan rumah ini diawali dari cabang olahraga renang dan atletik.

    Bertanding di kolam renang GOR Jatidiri Semarang, Jumat, Adelia mampu mempersembahkan emas pertama untuk kontingen Indonesia. Turun di nomor 50 meter gaya dada, Adelia finis tercepat dengan catatan waktu 33,81 detik disusul atlet Filipina Thanya Angelyn dan di posisi tiga ada wakil Thailand, Phurichaya Junyamitre.

    "Saya merasa bangga hari ini. Sesuai target. Yang pasti sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia," kata Adelia dalam keterangan resminya usai pertandingan.

    Raihan emas Adelia ini ternyata mampu diikuti oleh atlet renang Indonesia lainnya, yaitu Farrel Armando Thang yang turun di nomor 200 meter gaya punggung serta dari nomor 4x200 meter gaya bebas ganti putri lewat Prada Hanan Farmadini, Angel Gabriella Yus, Fauziyyah Rahma P dan Febriana Wahyu Wijayanti.

    Begitu juga dari lintasan atletik di Stadion Tri Lomba Juang. Ada tiga emas yang sukses diraih pada hari kedua setelah pembukaan kejuaraan khusus pelajar itu. Emas dipersembahkan oleh Dewa Radika Syah dari nomor 400 meter dengan catatan waktu 48,38 detik.

    Raihan emas ini sangat disyukuri oleh atlet asal Malang itu. Apalagi, bisa mengalahkan wakil Malaysia, Loganes Thilagana dengan catatan 48.48 detik yang berada di posisi dua dan atlet asal Thailand Supakit Janmo asal Thailand dengan catatan 48.86 detik yang berada di posisi tiga. Tidak ketinggalan, emas yang diraih dipersembahkan untuk sang ayah yang telah wafat.

    "Semoga ayah senang di alam sana melihat anaknya dapat medali emas. Ini medali untuk almarhum ayah saya. Medali ini juga untuk ibu saya dan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung saya," kata Radika usai lomba.

    Sebenarnya kondisi Dewa Radika saat turun di ASG 2019 tidak dalam kondisi maksimal karena baru saja sembuh dari cedera. ASG di Semarang ini merupakan kejuaraan yang diikuti pertama kali setelah pelajar dari SKO Sidoarjo itu sembuh cedera yang dialami saat persiapan Porprov Jawa Timur itu.

    Selain Dewa, emas dari cabang atletik juga dipersembahkan oleh atlet lompat jauh Ahmad Hambali Sukur. Selain itu, dari nomor Mix 4x100m melalui Adith Rico Pradana, Izrak Udjulu, Raden Roselin Fikananda, Erna Nuryanti.

    Dengan hasil tersebut, kontingen Indonesia saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara ASEAN School Games 2019 dengan raihan enam emas, tiga perak dan enam perunggu. Untuk puncak klasemen dipegang Thailand dengan enam emas, tujuh perak dan delapan perunggu. Kejuaraan ASG 2019 diikuti 10 negara di Asia Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.