Songsong IBL 2019/20: Klub Basket Hangtuah Dapat Sponsor Baru

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Klub bola basket Hangtuah pada acara peresmian kerja sama dengan perusahaan financial teknologi, Amartha, di CGV Sports Hall, Jum'at, 26 Juli 2019. Kerja sama ini membuat nama mereka resmi berubah menjadi Amartha Hangtuah. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz

    Klub bola basket Hangtuah pada acara peresmian kerja sama dengan perusahaan financial teknologi, Amartha, di CGV Sports Hall, Jum'at, 26 Juli 2019. Kerja sama ini membuat nama mereka resmi berubah menjadi Amartha Hangtuah. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz

    TEMPO.CO, Jakarta – Klub bola basket nasional peserta IBL, Hangtuah, yang sempat mengalami kesulitanpendanaan pada 2018, kini mendapat sokongan dana. Klub itu disponsori Amartha, sebuah perusahaan teknologi finansial.

    Kerja sama itu membuat klub tersebut akan mamakai nama baru di Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2019-2020, yakni Amartha Hangtuah.

    Presiden Hangtuah, Gading Ramadhan Joedo, menegaskan kedatangan Amartha menjadi angin segar bagi timnya yang beberapa musim sempat mengalami juga kesulitan finansial. "Sekarang kami bisa fokus untuk lebih mengejar prestasi," kata dia, di CGV Sports Hall, Jumat, 26 Juli 2019.

    Kerja sama Amartha dengan Hangtuah juga diwujudkan dengan dibuatnya mess serta lapangan latihan yang sudah sesuai dengan standard internasional, juga fasilitas gym yang semuanya terletak di Kemang, Jakarta Selatan.

    Gading mengatakan, dengan adanya sponsor itu pemain bisa lebih fokus mengejar prestasi. “Mereka gajian nggak telat, kesejahteraan itu semua kita penuhi, pada saat mereka sudah mendapatkan itu semua, ya ekspektasi saya ya prestasi. Yang lalu aja dimana mereka tidak secure, mereka lapangan harus pinjem, mereka mess harus diusir, mereka gajian telat, mereka bisa membuktikan final four. Nah ini security, kesejahteraan udah kita berikan, Alasan apalagi untuk tidak bisa menciptakan prestasi,” kata dia.

    CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan bahwa pihkanya merasa terhormat dapat membantu kiprah Hangtuah di dunia basket Indonesia. “Kita melihat adanya kesamaan semangat, kesamaan visi antara amartha dengan hangtuah. Hangtuah bukan tim papan atas, tapi yang kita suka disini adalah semangat underdog mentality-nya, untuk fight, untuk berjuang, dengan kekuatan dan segala keterbatasan, tetap bisa meraih prestasi besar,” kata dia.

    Andi Taufan mengaku terkesan dengan komitmen Amartha dalam mengelola akademi. “Menurut kami yang menarik dari Hangtuah ini bukan hanya sekedar profit basketball-nya aja, tapi juga secara konsisten mengelola akademi basketnya untuk anak anak usia muda dari 8-16 tahun,” kata dia.

    Dengan adanya kerja sama yang telah terjalin, secara resmi nama klub basket ini yang sebelumnya BSB Hangtuah, kini berganti menjadi Amartha-Hangtuah. Bergantinya nama tersebut juga dibarengi dengan bergantinya logo dari klub basket tersebut.

    Menurut Gading, bergantinya logo tidak hanya dilatarbelakangi kerja sama ini, juga karena logo lama klub tersebut sudah tidak relevan lagi dengan khalayak mereka yang kini didominasi Genarasi Milenials. “Saya melihatnya itu basi banget, itu tahun 90an orang tua mungkin disitu, tapi generasi milenial sekarang tidak melihat logo hangtuah yang dulu itu sebagai sesuatu yang catchy.”

    Hangtuah sempat menjejaki babak semifinal pada IBL 2017-2018 saat kendati kemudian dihentikan oleh Satria Muda Pertamina 1-2 dalam rangkaian best of three.

    RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.