Egan Bernal Menatap Gelar Juara Tour de France 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Egan Bernal, pembalap sepeda asal Kolombia pemenang etape 18 pada Jumat 26 Juli. (Vuelta a Suiza)

    Egan Bernal, pembalap sepeda asal Kolombia pemenang etape 18 pada Jumat 26 Juli. (Vuelta a Suiza)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap spesialis tanjakan Egan Bernal bersiap diri sebagai pembalap Kolombia pertama yang akan menjuarai Tour de France jika mampu mempertahankan pimpinan klasemen umum pembalap setelah etape ke-20, yang menempuh jarak 59km dari Albertville.

    Pembalap tim Ineos itu finis keempat di etape yang dimenangi oleh juara 2014 Vicenzo Nibali, Sabtu.

    Rekan satu tim Bernal, juara bertahan Geraint Thomas berada di peringkat dua secara umum di atas pembalap sepeda Belanda Steven Kruijswijk setelah pembalap Prancis Julian Alaphilippe tumbang di tanjakan final menuju resort ski di Val Thorens, demikian Reuters.

    Sementara itu, etape terakhir yang digelar Minggu dari Rambouillet ke Paris lebih seperti balapan arak-arakan dengan hanya sprint terakhir yang dilombakan.

    Bernal merebut jersey kuning di puncak Col de I'lseran di etape ke-19 yang terpaksa dihentikan karena badai es, Sabtu.

    "Kami masih harus bisa sampai ke Paris. Aku tak mengerti apa yang terjadi, aku akan membutuhkan beberapa hari, ini luar biasa," kata Bernal.

    "Aku merasa bagus di tanjakan, aku menempuhnya kilometer ke kilometer berikutnya."

    Tiga pembalap Kolombia akan berada di peringkat 10 besar saat Rigoberto Uran dan Nairo Quintana berada di peringkat tujuh dan delapan secara umum.

    Alaphilippe tumbang di 14 km terakhir tanjakan sepanjang 33 km di ketinggian 2.365 mdpl dan turun dari posisi dua ke posisi lima secara umum.

    Bernal saat ini unggul 1 menit 11 detik dari Thomas, yang selalu diungguli oleh sang pembalap Kolombia itu di rute pegunungan.

    Krujiswijk di peringkat tiga terpaut 1 menit 31 detik dari pemuncak klasemen.

    Tim Jumbo-Visma tampil cepat di awal tanjakan menuju Val Thorens dan salah satu pembalapnya, Laurens De plus, mempercepat kayuhannya untuk meninggalkan peleton dan memperkecil jarak dengan para pembalap yang melakukan breakaway.

    Melihat peleton utama kelelahan karena adanya breakaway, Nibali, yang ingin memperbaiki perfoma buruknya di awal tur, melaju sendirian di 12,5 km terakhir.

    Dia tak pernah melihat ke belakang dan menahan juara dunia Alejandro Valverde, yang finis kedua 10 detik di belakang diikuti rekan satu timnya di Movistar juga kompatriot senegara asal Spanyol, Mikel Landa di tempat ketiga.

    "Ini tur yang sulit bagiku tapi aku tak pernah menyerah dan akhirnya aku menang lagi di balapan ini," kata Nibali yang tak pernah menyangka usai finis kedua secara umum di Giro d'Italia tahun ini.

    Bernal yang juga akan meraih jersey putih sebagai pembalap terbaik di bawah usia 25 tahun, melintasi garis finis 17 detik dari sang juara.

    Dengan absennya juara empat kali dan rekan satu tim, Chris Froome, Bernal muncul sebagai penantang utama setelah memenangi Paris-Nice dan Tour de Suisse.

    Dia akan menjadi pembalap termuda yang menjuarai Tour de France sejak era akhir Perang Dunia II.

    "Selamat Egan Bernal. Pembalap hebat! Satu dari sekian banyak," kata Thomas di akun Twitternya.

    Pembalap Prancis Romain Bardet akan merebut jersey polka dot untuk klasifikasi tanjakan dan Peter Sagan dinantikan untuk memenangi jersey hijau ketujuhnya di klasifikasi poin (sprint) Tour de France 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.