DKI Jakarta Juara Kejurnas Judo Kartika 2019, Jatim Kuda Hitam

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Judoka putra Jabar Horas Manurung (bawah) berusaha saling mengunci dengan lawannya judoka putra DKI Jakarta Gregory Ignacito (atas) saat bertanding pada final cabang olahraga Judo Kelas Bebas Putra pada PON XIX Jabar di Arena Saparua Sport Park, Bandung, 18 September 2016. ANTARA/Yusran Uccang

    Judoka putra Jabar Horas Manurung (bawah) berusaha saling mengunci dengan lawannya judoka putra DKI Jakarta Gregory Ignacito (atas) saat bertanding pada final cabang olahraga Judo Kelas Bebas Putra pada PON XIX Jabar di Arena Saparua Sport Park, Bandung, 18 September 2016. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Kartika Cup 2019 yang dihelat di GOR Amongraga Yogyakarta 26-28 Juli 2019.

    Pejudo ibu kota dalam ajang yang diikuti lebih dari 600 atlet dari 28 provinsi itu untuk kategori senior berhasil membawa pulang total 6 emas, 6 perak, dan 8 perunggu. Disusul di bawahnya Jawa Barat 5 emas, 3 perak dan 4 perunggu, lalu Bali yang mendapat 3 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

    Meski tak meraih tiga besar dalam kejuaraan itu, kontingen Jawa Timur (Jatim) tampil menjadi kuda hitam yang menunjukkan performa luar biasa dan membuat kontingen lain ketar-ketir.

    Seperti saat bertarung di kategori Cadet, kontingen DKI Jakarta dipaksa berada di posisi kedua di bawah Jatim dalam perolehan medali. Jatim mendapat 7 emas, 1 perak, 3 perunggu, sementara DKI Jakarta dengan 3 emas dan 3 perunggu.

    Hanya saja, di kategori Junior kontingen DKI Jakarta mampu mendulang medali lebih banyak dan menduduki posisi pertama dengan raihan 5 emas, 3 perak, 1 perunggu. Sedangkan Jatim harus puas di posisi kedua dengan 3 emas, 3 perak, 7 perunggu.

    Untuk tuan rumah kontingen DIY sendiri dalam ajang itu harus puas meraih tiga medali perak dan dua perunggu masing-masing empat dari kategori cadet dan satu medali dari kategori senior yang disumbangkan pejudo putra andalannya, Aprilianda. Sedangkan kontingen Jawa Tengah hanya membawa pulang satu perak dan empat perunggu.

    "Kejurnas ini menjadi salah satu tolok ukur menguji kemampuan dan pengalaman para atlet. Terlebih ada kualifikasi menuju PON Papua juga pada kejurnas ini," ujar Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jenderal TNI (purn) Mulyono saat menutup ajang itu Ahad 28 Juli 2019. Mulyono pun meminta semua kontingen segera berbenah kembali dan meningkatkan prestasi untuk even berikutnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.