Formula 1: Ferrari, Kuda Jingkrak yang Tak Kunjung Menggila

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pelaksana Motorsport Formula 1 Ross Brawn menilai jika libur musim panas kompetisi hingga akhir bulan ini mungkin momentum yang tepat bagi Ferrari untuk rehat sejenak.

    Ingin mengulangi kesuksesan mereka 11 tahun silam dengan gelar juara dunia, Ferrari justru belum mengantongi kemenangan di musim 2019 dan terancam disusul oleh tim Red Bull jelang paruh kedua musim ini.

    Sebastian Vettel akan genap satu tahun tanpa gelar juara balapan ketika Formula 1 menyelesaikan libur musim panas dan bergulir kembali di Belgia akhir bulan nanti.

    Pebalap Jerman, juara dunia empat kali itu, terakhir kali menang di Sirkuit Spa-Francorchamps pada 26 Agustus tahun lalu. Seri GP Belgia musim ini akan digelar 1 September.

    Vettel, yang menjadi pebalap Ferrari dengan poin terbanyak musim ini, berada di peringkat empat dan terpaut 94 poin dari pemuncak klasemen Lewis Hamilton dari tim Mercedes.

    "Libur musim panas datang mungkin di saat yang tepat karena saya tahu bagaimana tekanan bisa semakin tinggi di Ferrari ketika hal tidka berjalan dengan baik," ungkap Brawn, yang juga mantan direktur teknis Ferrari seperti dikutip Reuters.

    "Tidak akan rugi mengambil udara segar dan mengisi ulang baterai," kata Brawn, yang pernah bekerja bersama juara dunia tujuh kali Michael Schmacher di Ferrari itu.

    Kemenangan bagi Ferrari akan sangat penting sebagai penguat semangat bagi Ferrari saat ini daripada memaksa untuk gelar juara saat ini, kata Brawn.

    Dua balapan selanjutnya di Spa dan Monza, rumah Ferrari, bisa merubah peruntungan tim asal Italia itu yang memiliki mobil yang cepat di lintasan lurus panjang itu.

    "Spa dan Monza mungkin lebih baik bagi kami. Ambisi kami memang memimpin persaingan, meskipun sekarang kami cukup jauh dari hal itu,” ujar Vettel.

    Ferrari sadar jika mereka harus meningkatkan kegesitan di tikungan untuk mengimbangi keunggulan mereka di lintasan lurus. Namun Vettel, yang beberapa kali membuat kesalahan fatal, mengaku dia juga kewalahan mengendalikan mobilnya.

    "Akan jadi rehat yang sibuk bagi kami. Aku kira pikiran orang-orang tak akan libur dalam dua pekan ini, jadi mungkin kami bisa menghasilkan sejumlah ide bagus untuk paruh kedua musim ini," kata Sebastian Vettel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.