Viral, Mata Petarung MMA Korsel Bengkak Hingga Nyaris Buta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petarung MMA asal Korsel, Dong Hyun Ma yang mengalami bengkak hebat di matanya dan dinyatakan kalah TKO ronde 2 dari Scott Holtzman dalam laga UFC Fight Night di Newark, New Jersey pada Sabtu 4 Agustus 2019. (The Sun/Associated Press)

    Petarung MMA asal Korsel, Dong Hyun Ma yang mengalami bengkak hebat di matanya dan dinyatakan kalah TKO ronde 2 dari Scott Holtzman dalam laga UFC Fight Night di Newark, New Jersey pada Sabtu 4 Agustus 2019. (The Sun/Associated Press)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi mata petarung MMA asal Korsel, Dong Hyun Ma yang bengkak hebat dan membiru, menjadi viral usai perhelatan UFC Fight Night di Newark, New Jersey, Amerika Serikat pada Sabtu 4 Agustus 2019.

    Akibat bengkak hebat tersebut, Hyun Ma dinyatakan kalah TKO ronde 2 dalam laga melawan Scott Holtzman dari Amerika Serikat.

    Hyun Ma (30 tahun) menerima banyak sekali pukulan dari Holtzman (35 tahun) yang diarahkan ke mata kiri sang petarung MMA asal Korsel yang dijuluki The Maestro itu. Hotlzman berkali-kali menghajar mata Hyun Ma tak hanya lewat pukulan, namun juga sikutan.

    Hotlzman yang memiliki pukulan lebih cepat berkali-kali melontarkan balasan yang kaurat saat jab Hyun Ma luput, sehingga pertahanannya terbuka.

    Hyun Ma masih berusaha melanjutkan laga di ronde kedua, namun tim dokter melihat ada yang tidak beres pada mata kirinya yang bengkak hebat. Saat ditanya, Hyun Ma mengatakan dia tak dapat melihat apapun dari mata kirinya.

    Kondisi ini dianggap sangat membahayakan petarung MMA asal Korsel tersebut. Mata kiri Dong Hyun Ma nyaris buta, sehingga atas pertimbangan tim dokter wasit pun menghentikan laga dan memberikan kemenangan TKO untuk Scott Holtzman.

    THE SUN | UFC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.