Di Kejurnas Atletik, Eni Nuraini Pantau Atlet Pelatnas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih atletik nasional Eni Nuraini saat menggelar latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/Aditya Budiman.

    Pelatih atletik nasional Eni Nuraini saat menggelar latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. TEMPO/Aditya Budiman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih kepala lari jarak pendek Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Eni Nuraini memuji penampilan pelari pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tampil dalam Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20 dan Senior 2019.

    Eni hadir menyaksikan final nomor lari estafet 4x100 meter senior putra Kejurnas Atletik yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 7 Agustus 2019. Tiga atlet asuhannya di pelatnas, yaitu Mochamad Bisma Diwa Abina dan Joko Kuncoro Adi memperkuat tim estafet Jawa Timur, serta Andrea di tim estafet DKI Jakarta.

    "Alhamdulillah bagus semua ya, nyatanya bagus. Tim estafet Jatim bisa lari terdepan" kata Eni seperti dikutip Antara.

    Dalam pertandingan itu, tim estafet Jawa Timur yang diperkuat Bisma, Joko, M. Rozikin dan Yudi Dwi Nugroho finis di posisi pertama dengan catatan waktu 40,02 detik berdasarkan catatan final panitia.

    Posisi kedua ditempati kontingen asal Jawa Tengah dengan catatan waktu 40,94 detik. Sementara tempat ketiga diraih tim DKI Jakarta dengan waktu 41,18 detik.

    Terkait penampilan Andre yang memperkuat tim DKI, Eni mempunyai catatan. Ia nanti akan melakukan evaluasi terhadap penampilan Andre di Kejurnas Atletik 2019. Sebab, kata dia, atlet pelatnas itu gagal melakukan catatan waktu terbaiknya di 100 meter dan estafet 4x100 meter senior putra. Ia mengatakan catatan waktu Andre di Kejurnas ini 10,8 detik.

    Adapun Joko Kuncoro mengaku senang bisa meraih juara bersama timnya. "Nggak bsia ngomong saya. Saya dari Jatim yah, berlari bagi Jatim dan Indonesia juga. Bersyukur bisa meraih medali emas," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.