Kejurnas Atletik 2019: Kisah Atjong Jatuh Bangun tapi Tetap Finis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet asal Jawa Timur Atjong Tio Purwanto terjatuh usai tertaut pada rintangan gawang pada final lari steeplechase 3.000 meter senior putra dalam Kejuaraan Nasional Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019). Eliaser Gamase asal Riau meraih medali emas dengan catatan waktu 9 menit 20,57 detik, disusul Syamsuddin Massa asal Sulawesi Selatan meraih medali perak dengan catatan waktu 9 menit 22,91 detik, dan Rahmad Setiabudi asal Jawa Timur meraih medali perunggu dengan catatan waktu 9 menit 29,39 detik. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Atlet asal Jawa Timur Atjong Tio Purwanto terjatuh usai tertaut pada rintangan gawang pada final lari steeplechase 3.000 meter senior putra dalam Kejuaraan Nasional Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019). Eliaser Gamase asal Riau meraih medali emas dengan catatan waktu 9 menit 20,57 detik, disusul Syamsuddin Massa asal Sulawesi Selatan meraih medali perak dengan catatan waktu 9 menit 22,91 detik, dan Rahmad Setiabudi asal Jawa Timur meraih medali perunggu dengan catatan waktu 9 menit 29,39 detik. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelari nasional Atjong Tio Purwanto mengalami cedera kaki kanan setelah jatuh tersangkut rintangan gawang saat mengikuti final lari nomor halang rintang 3.000 meter senior putra Kejuaraan Nasional atau Kejurnas Atletik U-18, U-20 dan Senior, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Saat pertandingan berjalan, Atjong Tio Purwanto memimpin jalannya tujuh putaran menjelang akhir, namun naas dia terjatuh dua kali sebelum mencapai garis finis.

    Kejadian itu bermula saat akan melewati rintangan gawang 200 meter akhir, kaki kanannya tersangkut dan tersungkur yang membuat langkahnya terhenti sehingga pesaingnya leluasa mendahuluinya.

    Dia jatuh ketika melewati rintangan kolam air di 100 meter akhir. Membuat dia berada di urutan keempat memasuki finis dengan waktu 9 menit 36.52 detik yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

    "Saya saja nggak sadar kalau bisa masuk finis, sadarnya usai mendapat pertolongan medis," ucap atlet asal Malang, Jawa Timur, saat dihubungi, Kamis.

    Dia menjelaskan, mengalami cedera pada tapak kaki kanan jalur nya kelingking hingga memar di pipi dan bahu kanan. "Alhamdulillah lebih baik. Tapi sekarang lukanya bengkak semua," ucap prajurit TNI AD berpangkat Sersan Satu itu.

    Sejatinya, rekor nasional halang rintang itu dipegang atas namanya pribadi, dengan catatan waktu 8 menit 54.32 detik saat mengikuti ajang ASIAN Games 2018 lalu yang berada di posisi 12 ketika itu.

    Namun catatan waktunya masih belum bisa lolos limit pelatnas senior yang catatan waktunya 9 menit 06.00 detik ditetapkan oleh Pengurus Besa Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) supaya lolos SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Tetapi bisa melampaui limit PON XX ada di catatan waktu 9 menit 40.00 detik.

    "Kalau masih dipercaya dan diberi kesempatan lagi, ya Insya Allah berusaha sebaiknya untuk Merah Putih," kata dia.

    Sementara, atlet yang membela Riau, Eliaser Gamase, berhasil meraih medali emas Kejurnas Atletik itu dengan catatan waktu 9 menit 20.57 detik mengungguli pelari asal Sulawesi Selatan Syamsuddin Massa yang meraih medali perak dengan catatan 9 menit 22.91 detik dan disusul pelari asal Jawa Timur, Rahmad Setiabudi mendapatkan medali perunggu dengan catatan waktu 9 menit 29.39 detik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.