Final Rogers Cup, Serena Williams Menyerah Dari Bianca Andreescu

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serena Williams mengembalikan pukulan lawannya Barbora Strycova dalam pertandingan semifinal Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, 11 Juli 2019.  Alastair Grant/Pool via REUTERS

    Serena Williams mengembalikan pukulan lawannya Barbora Strycova dalam pertandingan semifinal Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, 11 Juli 2019. Alastair Grant/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cedera memaksa petenis putri Serena Williams mundur dari pertandingan final turnamen tenis Rogers Cup di Toronto, Kanada, Ahad, 12 Agustus 2019 waktu setempat. Ia harus mengakui keunggulan petenis tuan rumah, Bianca Andreescu.

    Peraih Grand Slam 23 kali itu mundur lantaran tak kuat menahan nyeri di bagian punggung. Andreescu sedang memimpin 3-1 ketika Williams merasa tak bisa lagi melanjutkan pertandingan.

    Saat sudah pasti tak bisa melanjutkan pertandingan, petenis berusia 19 tahun itu mendekati kursi Williams untuk menenangkan dan memeluknya.

    "Saya minta maaf tidak bisa melakukannya hari ini," kata Williams usai laga. "Saya sudah mencoba tapi tak bisa melakukannya," sebut petenis berusia 37 tahun itu.

    Upaya Williams mengejar gelar pertamanya sejak terakhir kali memenangi trofi di Australia Open 2017 kandas. Ia menyatakan Andreescu merupakan petenis hebat. "Ini tahun yang keras, tetapi kami akan tetap lanjut," tutur dia.

    Sejak kembali bermain Serena Williams sudah mencapai tiga kali final Grand Slam namun belum ada satu pun gelar yang diraih. Sebelumnya, ia menyerah dari Simona Halep di final Wimbledon Juli lalu. Ia juga memutuskan mundur di turnamen Miami Open yang digelar Maret 2019 karena mengalami cedera lutut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.