Kans Eko Yuli Irawan Lolos Olimpiade Tokyo 2020 Besar, Karena ...

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo  di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. ANTARA

    Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hadi Wihardja buka suara tentang peluang lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan tampil pada Olimpiade Tokyo 2020.

    Pasalnya, ada ketentuan yang diberlakukan lifter yang tampil di kelas 61 kg pada pesta akbar olahraga empat tahunan dunia itu harus berada dalam jajaran 8 besar dunia.

    Dengan ketentuan itu, kata peraih delapan emas SEA Games dan perak Asia 1987 ini, posisi Eko Yuli Irawan masih aman. Apalagi, Eko menempati peringkat kelima dunia dengan 2.114 poin yang diraih pada tiga event yang telah diikutinya.

    "Saat ini, posisi Eko masih aman," kata Hadi Wihardja di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

    Posisi peringkat pertama diduduki lifter Cina, Li Fabin dengan 3.108 poin dan Fulin Qin di peringkat kedua dengan 3.015 poin yang sudah tampil pada empat event. Disusul lifter Uzbekistan Ergashev (peringkat ketiga - 2.758) dan Itozaku (Jepang -2.553 poin).

    "Wajar jika empat lifter itu memiliki poin lebih tinggi karena mereka sudah ikut empat event, sedangkan Eko baru tiga event. Dan, saya yakin Eko mampu menembus empat besar besar dunia sekaligus mengamankan posisi di Tokyo," jelasnya.

    Keyakinan Hadi cukup beralasan mengingat hasil test progress lalu, Eko telah membukukan total angkatan 314 kg, meski catatan berat badannya melampaui 5 persen. Apalagi, Eko akan tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, 18-27 September 2019.

    "Catatan total angkatan itu menunjukkan persiapan Eko sangat ideal menjelang kejuaraan dunia," tandasnya.

    Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Ashgabat, Turkmenistan 2018, Eko sukses memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 317 kg (Snatch 143 kg, Clean and Jerk 174 kg), mengalahkan rekor sebelumnya 313 kg.

    "Apapun yang terjadi suka atau tidak suka Eko harus beusaha mempertahankan medali serta rekor yang diciptakan pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun 2018," tambahnya.

    Melihat penampilan Eko pada test progres tersebut, kata Hadi, sangat diperlukan strategi yang mantap serta perhitungan detail di setiap angkatan, baik Snatch maupun Clean and Jerk.

    "Pada angkatan Snatch, Eko memang piawai pada kisaran 140 kg atau lebih, tetapi persiapan menuju angkatan pertama harus dicermati maksimal. Begitu pula pada Clean and Jerk dengan best teknik serta pengaturan start dan harus bersih dan teguh di setiap angkatan yang memerlukan exstra tenaga itu," jelasnya.

    "Saat ini, saya lagi konsentrasi mengamankan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Makanya, saya akan berusaha mengamankan tiket ke Olimpiade dengan menambah total angkatan 6 kg pada Kejuaraan Dunia nanti," kata Eko Yuli Irawan di Jakarta.

    Prestasi Eko Yuli Irawan cukup bagus pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan. Pada Olimpiade London 2012, dia merebut medali perunggu dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 meraih perak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.