Turnamen Tenis Meja UT-Tempo Incar Calon Atlet Muda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turnamen Tenis Meja Piala Universitas Terbuka hari ini resmi dibuka. Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz

    Turnamen Tenis Meja Piala Universitas Terbuka hari ini resmi dibuka. Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Ridwan Kusuma Al-Aziz

    TEMPO.CO, Jakarta – Turnamen Tenis Meja Nasional Piala Universitas Terbuka-Tempo atau tenis meja UT-Tempo kembali digelar. Turnamen tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian hari jadi Universitas Terbuka yang sudah memasuki usia 35 tahun.

    Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat mengatakan kejuaraan tenis meja ini bisa dijadikan ajang menjaring pemain muda yang berpotensi menjadi atlet. “Kami ingin mengenalkan bahwa UT (Universitas Terbuka) punya komitmen membina atlet nasional sejak usia dini,” kata Ojat di Kamis, 15 Agustus 2019. 

    Ojat menyebut ada peningkatan dari jumlah peserta yang mengikuti turnamen tenis meja UT-Tempo. Pada 2018, total peserta yang tampil mencapai 730 orang. Tahun ini naik menjadi 784 peserta. 

    Tidak hanya bertambah, lanjutnya, dari sisi kategori pun makin beragam. “(Turnamen) itu melibatkan atlet nasional dari pemula sampai umum dan ada 11 kategori,” sebut Ojat. kejuaraan Tenis Meja UT-Tempo dijadwalkan berjalan 15-17 Agustus 2019. 

    Bertambahnya jumlah peserta, menurut dia, tak lepas dari peran federasi tenis meja Indonesia (PTSMI), cabang Universitas Terbuka, dan PT Tempo Media Group. 

    Turnamen ini memperebutkan total hadiah Rp 136 juta. Para pemenang di tiap kategori akan mendapatkan sejumlah uang tunai yang bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 10 juta. Tahun lalu tenis meja UT-Tempo diikuti oleh salah satu atlet nasional yakni David Jacobs. Ia berhasil merebut gelar juara di kategori umum.

    RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?