Atlet Nasional Ramaikan Turnamen Tenis Meja UT-Tempo 2019

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis meja Indonesia David Jacobs meraih medali emas saat upacara penyerahan medali di Ecovention, Ancol, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Petenis meja Indonesia David Jacobs meraih medali emas saat upacara penyerahan medali di Ecovention, Ancol, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet nasional tenis meja akan ikut meramaikan Turnamen Tenis Meja Nasional Piala Universitas Terbuka-Tempo atau Tenis Meja UT-Tempo 2019. Ketua Pelaksana Tenis Meja UT-Tempo, David mengatakan ada beberapa pemain, seperti Bima Luki Purkani dan Muhammad Zahru yang bermain.

    Mereka, kata David, tampil di kategori mahasiswa dan akan bersaing memperebutkan gelar juara, berupa uang pembinaan hingga tawaran beasiswa dari Universitas Terbuka (UT). “David Jacob yang juara para games kemarin, main. Juara tiga kali di sini bertahan,” sebut dia, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Kejuaraan Tenis Meja UT-Tempo 2019 berbeda dibandingkan sebelumnya. Tahun ini panitia membuka lomba di kategori mahasiswa. Tercatat, dari total 784 peserta, sebanyak 87 peserta diantaranya masih duduk di perguruan tinggi.

    Mereka terdiri dari 66 putra dan 21 putri yang berasal dari sejumlah universitas. Jumlah tersebut terbilang banyak mengingat kategori ini baru dibuka pada gelaran tahun ini.

    Universitas Terbuka bersama dengan Tempo Media Group kembali menggelar turnamen Tenis Meja UT-Tempo. Kejuaraan berlangsung 15-17 Agustus 2019 di Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

    Turnamen Tenis Meja UT-Tempo diadakan untuk menyambut hari jadi Universitas Terbuka yang ke-35. Tahun ini panitia menyiapkan hadiah total Rp 136 juta. Ada 11 kategori lomba yang dibuka oleh panitia.

    RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.