Kejuaraan Dunia Badminton: Jonatan dan Ginting ke Babak 16 Besar

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonatan Christie. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jonatan Christie. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, sama-sama lolos ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Badminton 2019 yang yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss. Pada pertandingan Kamis besok, keduanya akan menghadapi lawan tak mudah.

    Jonatan Christie akan bertemu andalan Denmark Jan O Jorgensen. Ia menilai pertemuan kali ini tidak akan semudah ketika mereka bertanding di Japan Open bulan lalu.

    "Tidak akan semudah yang kemarin karena dia baru main sekali, dan besok ada istirahat sehari. Jadi tidak akan semudah di Jepang," ujar Jonatan setelah memastikan tempat di babak 16 besar dengan mengalahkan Heo Kwang Hee dari Korea Selatan 21-14, 21-12, Selasa.

    Pebulu tangkis Denmark Jan P Jorgensen meraih tempat di babak 16 besar setelah bertanding sekali melawan pemain Indonesia Tommy Sugiarto dengan kemenangan 21-11, 1-15.

    Pada putaran pertama, Jorgensen meraih kemenangan tanpa tanding setelah lawannya Brice Leverdez dari Prancis mengundurkan diri.

    Rekor pertemuan Jojo dengan Jorgensen adalah imbang 2-2 dengan pertemuan terakhir di Japan Open 2019 bulan lalu dimenangi Jojo dalam dua gim 21-14, 21-14.

    Ditanya apa yang disiapkan untuk menghadapi Jorgensen, Jojo hanya mengatakan bahwa setiap pemain mempunyai keistimewaan dan keunikan masing-masing, sehingga tidak bisa dibilang lawan si A lebih enteng, si B lebih berat.

    "Siapa yg lebih siap, yang lebih prepare, lebih fokus pada hari H, itu yang membedakan hasil," katanya.

    Tentang kemenangannya yang relatif mudah dari pemain Korsel Heo Kwang Hee terutama pada game pertama, Jonatan memperkirakan lawannya tegang. Jojo yang sebelumnya tidak pernah menang dari pemain Korea itu, mengaku kunci kemenangannya adalah lebih tenang, lebih sabar dan pola serta penempatan bola yang lebih tepat.

    "Dia punya serangan yang mematikan juga, pertahanannya juga bagus. Jadi kuncinya lebih tenang, lebih sabar, dan pola dan penempatan bolanya lebih tepat," kata dia.

    Semenara itu Anthony Sinisuka Ginting akan menghadapi pemain India Sai Praneeth di babak 16 besar. Ia melaju setelah menang 21-11, 21-19 atas Toby Penty dari Inggris. "Hari ini puji Tuhan enak mainnya dari set pertama," kata Ginting usai mengalahkan Penty.

    Namun kondisi lapangan yang berangin membuat posisinya diuntungkan saat gim pertama namun sebaliknya pada gim kedua.
    "Set pertama saya kalah angin jadi dia banyak melakukan kesalahan sendiri, banyak pukulannya yang out ke belakang. Set kedua kebalikannya, saya jadi mikir mau main seperti set pertama jadi agak dikurangin tenaganya," kata dia.

    Akibatnya, lanjut Anthony Ginting, banyak pukulannya yang tanggung dimanfaatkan oleh pemain Inggris yang berpostur tinggi tersebut untuk melakukan smesh atau permainan net. "Ada beberapa bola yang tanggung sehingga dia banyak ambil poin dari smes dan pegang di depan. Soalnya di set pertama dia kurang dapat mainnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.