Selasa, 17 September 2019

12 Game yang Sering Ditandingkan di Turnamen Esport

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet eSports, Jianwei Yap. (liquipedia.net)

    Atlet eSports, Jianwei Yap. (liquipedia.net)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa game populer kini sudah banyak ditandingkan dalam bentuk turnamen resmi, yang disebut sebagai esport atau olah raga elektronik. Meskipun sudah menjadi salah satu cabang olah raga, banyak masyarakat atau orang masih belum paham soal olahraga itu.

    Esport menjadi salah satu olahraga baru yang dipertandingkan dalam laga eksibisi gelaran Asian Games 2018. Dalam SEA Games 2019 Filipina nanti, esport juga akan dipertandingkan. Apa saja game yang ramai dimainkan dan ditandingkan dalam kompetisi resmi? Tempo merangkum beberapa game tersebut. Berikut detailnya:

    1. Mobile Legends: Bang Bang

    Mobile Legends merupakan game arena pertempuran daring atau lebih sering disebut MOBA dengan set-up multipemain yang dirancang untuk pengguna ponsel pintar. Game ini dirilis pada Juli 2016 oleh pengembang Moonton, dan dimainkan di ponsel dengan sistem operasi Android ataupun iOS.

    Mobile Legend juga merupakan salah satu game populer di Indonesia. Per September 2018, Indonesia memiliki pengguna aktif per bulan mencapai 50 juta orang. Bahkan beberapa waktu lalu, digelar tunamen tingkat nasional dengan memperebutkan Piala Presiden.

    Tim esports asal Indonesia, ONIC Esports, berhasil menjuarai turnamen Mobile Legends Bang Bang South East Asia Cup 2019 (MSC 2019) di Smart Araneta Coliseum Manila, Filipina, Ahad, 23 Juni 2019. Mereka mengungguli 12 tim unggulan dari 9 negara peserta, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

    Meskipun tidak dikompetisikan dalam Asian Games 2018 di Indonesia, Mobile Legend direncanakan menjadi salah satu game yang akan ditandingkan dalam gelaran SEA Games 2019 di Filipina.

    2. Arena of Valor (AOV)

    Game yang awalnya bernama Mobile Arena ini dibuat oleh kreator MOBA Games Private Limited. Pada 2017, komunitas Garena Indonesia menyelenggarakan turnamen bertajuk Battle of Valvor tingkat nasional dengan hadiah uang tunai total Rp 1 miliar.

    Game ini bergenre MOBA. Walaupun tergolong baru, per 2 Februari 2018, tapi sudah diunduh oleh 5 juta pengguna. AOV juga menjadi salah satu game yang ditandingkan secara eksibisi dalam gelaran Asian Games 2019 di Indonesia, dan direncanakan menjadi salah satu cabang olah raga di SEA Games 2019, di Filipina.

    AOV juga dikompetisikan hingga tingkat internasional. Tahun lalu AOV International Championship 2018 digelar. Saat itu, ada 16 tim terbaik yang bertarung di Bangkok, Thailand, dengan memperebutkan total hadiah senilai Rp 9,1 miliar.

    3. PUBG

    Battlegrounds PlayerUnknown atau yang biasa disebut PUBG adalah permainan dengan genre battle royale, yang bisa dimainkan dengan 100 orang sekaligus. Di dalam game ini, pemain dapat bermain solo, tim 2 orang, tim 4 orang, juga dapat mengundang teman untuk bergabung dalam permainan sebagai tim.

    Game ini juga menjadi salah satu game yang banyak dimainkan masyarakat Indonesia. Salah satu turnamen yang digelar tahun ini adalah PUBG Mobile Indonesia National Championship 2019 (PINC 2019). Turnamen ini digelar di 13 kota dan memperebutkan total hadiah senilai Rp 1 miliar.

    Bahkan, tim PUBG Mobile asal Indonesia, Bigetron Esports, berada di peringkat kelima dalam turnamen tingkat dunia. Kompetisi kelas dunia bergengsi ini diselenggarakan di Berlin, Jerman, pada 26-28 Juli 2019.

    Final turnamen itu diikuti oleh 16 tim dari berbagai negara. Top Esports Cina berhasil menang, urutan kedua dan ketiga juga diraih tim asal Cina, yakni X Quest F dan Elite Gaming. Posisi keempat ditempati RRQ Athena asal Thailand, sedangkan posisi lima menjadi milik tim asal Indonesia Bigetron Esports.

    4. Fortnite

    Fortnite dikembangkan oleh Epic Games pada 2017. Game ini hadir dilengkapi dengan berbagai mode permainan. Game ini bisa dimainkan diberbagai perangkat seperti PlayStation 4, Android, Nintendo Switch, Xbox One, Microsoft Windows, dan iOS.

    Baru-baru ini, atlet esports Kyle "Bugha" Giersdorf, 16 tahun, menjadi juara di final Piala Dunia Solo Fortnite. Atlet remaja asal Amerika itu berhasil mengumpulkan 59 poin dan membawa pulang hadiah sebesar US$ 3 juta atau setara dengan Rp 42 miliar.

    Piala Dunia Fortnite menjadi gebrakan pertama awal mulainya perjalanan Fortnite, game survival zombie PvE ke battle royale, merambah internasional. Game tersebut dikembangkan oleh Epic Games, demikian dilaporkan laman Forbes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.