Kejuaraan Dunia Badminton: Tunggal Putri India Cetak Sejarah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusarla Venkata Sindhu, pebulu tangkis tunggal putri India saat tampil di Olimpiade Rio 2016. (REUTERS/Ruben Sprich)

    Pusarla Venkata Sindhu, pebulu tangkis tunggal putri India saat tampil di Olimpiade Rio 2016. (REUTERS/Ruben Sprich)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis Pusarla V Sindhu menjadi tunggal putri India pertama yang meraih medali emas Kejuaraan Dunia Badminton BWF 2019. Ia berhasil mengalahkan lawannya asal Jepang, Nozomi Okuhara, di final yang digelar Ahad, 25 Agustus 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss.

    Sindhu meraih kemenangan meyakinkan 21-7 dan 21-7 atas Okuhara yang menempati unggulan ketiga di turnamen tahunan BWF. "Kemenangan ini sangat khusus tentu saja, karena saya perempuan pertama di India yang memenangi emas," kata Sindhu mengutip Antara.

    Bagi Sindhu merebut gelar juara dunia merupakan suatu yang spesial. Sebelumnya, pemain dengan peringkat lima dunia itu sudah memenangi dua medali perak dan dua perunggu pada Kejuaraan Dunia sebelumnya. "Pasti ini momen yang sangat menyenangkan. Akhirnya saya menang emas, sangat gembira," kata dia.

    Sebelumnya, Jepang mendominasi Kejuaraan Dunia. Di nomor ganda putri terjadi all Japan final yang mempertemukan pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara melawan Yuki Fukushina/Sayaka Hirota.

    Di laga itu Matsumoto/Nagahara menang setelah melewati pertandingan ketat dengan skor 21-11, 20-22, dan 23-21.

    Sementara di tunggal putra, Kento Momota dari Jepang masih menjadi yang terbaik. Pemain peringkat satu dunia itu berhasil mempertahankan gelar juara dunia setelah mengalahkan Anders Antonsen. Momota memenangi final Kejuaraan Dunia Badminton 2019 dari pemain Denmark itu dengan skor 21-19, 21-3.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.