Kata Marc Marquez Usai Disalip Alex Rins di MotoGP Inggris

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP Marc Marquez. REUTERS/Annegret Hilse

    Pembalap MotoGP Marc Marquez. REUTERS/Annegret Hilse

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kali gagal merebut podium utama di MotoGP bukan hal menyenangkan bagi pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Tanpa basa basi ia menyatakan tidak senang dengan hasil balapan MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Ahad, 25 Agustus 2019 karena kecolongan di tikungan terakhir jelang finis.

    Di sisi lain, Marquez juga sudah lima kalinya gagal memanfaatkan pole position untuk menjadi juara di Silverstone. Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, serasa mencuri kemenangan karena melancarkan serangannya di tikungan terakhir dari sisi dalam untuk merebut gelar juara keduanya musim ini.

    "Soal kejuaraan aku senang, tapi tentang lomba ini tidak," kata Marquez mengutip Antara. "Kalah di lintasan lurus terakhir rasanya tidak enak tapi aku tahu Rins memiliki peluang besar," sebut pembalap Spanyol itu.

    Marquez sepanjang lomba berada di urutan terdepan. Sementara Rins yang memulai balapan dari P5 mampu menjaga jarak di bawah 0,5 detik di belakang Marquez.

    Juara dunia MotoGP lima kali itu mengatakan di tikungan terakhir kehilangan grip depan yang menyebabkan harus menutup gas. Sementara Rins disebut memiliki grip yang lebih baik dan sanggup menyalip Marquez jelang finis.

    Walau menyelesaikan lomba di peringkat kedua, Marquez masih bisa bernafas lega karena selisih poin dengan Rins masih jauh.

    Dengan raihan poin penuh, Rins kini mengoleksi 149 poin dan menempati peringkat tiga di klasemen sementara. Sedangkan Marquez masih kokoh di puncak klasemen MotoGP dengan 250 poin. Posisi ketiga ditempati Andrea Dovizioso dengan 172 angka. "Saya senang karena dia (Rins) masih jauh di klasemen," kata Marquez.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.