Esport: Persiapan Tim Indonesia Ikut Tunamen Free Fire Asia

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Free Fire merupakan salah satu game online yang dipertandingkan di turnamen esports.

    Free Fire merupakan salah satu game online yang dipertandingkan di turnamen esports.

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen Free Fire Asia Invitational (FFAI) 2019 akan digelar di Indonesia pada 7 September 2019. Indonesia bakal mengirimkan tiga tim RRQ Poseidon, EVOS ROAR dan ISLAND OF GODS yang sudah mulai menjalani sesi latihan.

    Manajer RRQ Poseidon, Cintia Florentina, mengungkapkan program latihan yang dijalani timnya. "Selain latihan serius, kami menerapkan latihan yang bersifat quality over quantity," kata Cintia dalam rilis yang diterima Tempo, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Menurut dia, latihan seperti itu lebih efektif. "Daripada para pemain latihan terus seperti robot tapi para pemain tidak belajar apa pun, aku lebih sering bikin jadwal latihan sesekali tapi dengan tujuan dan hasil yang jelas," ujarnya.

    FFAI 2019 akan mempertemukan 13 tim terbaik Free Fire dari seluruh region Asia termasuk Indonesia, Thailand, Taiwan, Vietnam, India, Singapura dan Malaysia, serta MENA (Middle East and North Africa). Mereka akan bersaing untuk memenangkan total uang tunai US$ 50 ribu setara Rp 713 juta.

    Indonesia terpilih menjadi salah satu peserta berkat tingginya antusias komunitas esports Garena Free Fire. Juga banyak melahirkan berbagai prestasi mulai dari menjuarai Free Fire World Cup 2019 hingga turnamen Free Fire Summer League (FFSL) 2019. Tiga tim Indonesia itu adalah tim posisi teratas dari turnamen Free Fire Summer League 2019.

    Cintia yakin timnya bisa juara. Menurut dia, RRQ Poseidon telah belajar dari kesalahan yang dilakukan saat latihan untuk menghindari kesalaha tersebut. "Setelah melihat permainan tim di turnamen FFSL 2019 kemarin, aku juga yakin bahwa RRQ Poseidon bisa juara lagi," kata dia.

    Sementara, tim EVOS ROAR yang juga berhasil juara di turnamen internasional sebelumnya, Free Fire World Cup 2019, juga mulai berlatih lebih serius. Mereka optimistis bisa juara di turnamen ini.

    "Meskipun akan bertemu dengan beberapa tim dengan skill dan jiwa kompetitif yang lebih baik seperti Tim Thailand, kami tetap optimistis bisa membawa Indonesia juara kembali di turnamen internasional kali ini," tutur manajer EVOS ROAR, Kristiawan Eko Susilo.

    Turnamen FFAI 2019 ini bakal digelar di ICE BSD by Sinar Mas Land. Untuk bekal referensi, kata Kristiawan, saat latihan pemain menonton semua match 12 tim lainnya yang akan bertanding di turnamen tersebut.

    "Sehingga ketika nanti bertemu di pertandingan, mereka tidak kaget dan dapat membaca gaya permainan lawan untuk menyusun strategi yang lebih baik," kata Kristiawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.