Tuan Rumah Kejuaraan Tenis Meja Asia 2019, Peluang untuk Bangkit

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno menargetkan mampu menyumbang medali emas bagi kontigen Indonesia di SEA Games Manila 2019, Jakarta, Senin, 2 September 2019. TEMPO/IRSYAN

    Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno menargetkan mampu menyumbang medali emas bagi kontigen Indonesia di SEA Games Manila 2019, Jakarta, Senin, 2 September 2019. TEMPO/IRSYAN

    TEMPO.CO, Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Tenis Meja Asia ke-24 di Sasana Among Raga, Yogyakarta pada 15-22 September 2019. Ketua Umun Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno mengatakan kejuaraan bertajuk SSP 24th IITF Asian Table Tennis Championship 2019 merupakan ajang dua tahunan terbesar di Asia.

    “Ini kejuaraan Asia. Dari Asia Table Tennis Union ada 44 negara, tapi yang menyatakan siap hadir ada 36 negara. Tapi ini sudah sangat luar biasa,” kata mantan Wakil Kapolri ini, dalam konferensi pers di Gedung Fx, Sudirman, Jakarta, Senin, 2 September 2019.

    Kejuaraan tenis meja Asia ini, kata Ogreseno, juga untuk membuktikan PP PTMSI di bawah kepengurusannya bisa membangkitkan cabang olahraga tenis meja Indonesia. "Ini start saya mengukur kemampuan induk organisasi cabang olahraga tenis meja pusat, khususnya dengan saya sebagai pemimpin, mampu tidak melaksanakan. Tapi, ternyata banyak dibantu oleh seluruh masyarakat olahraga, pengusaha, pemerintah, dengan kemandirian kita, kita mampu,” ungkap dia.

    Menurut dia, jika sukses menyelenggarakan Kejuaraan Asia, Ogreseno menargetkan untuk menjadi tuan rumah kejuaraan dunia. "Saya rasa tidak membutuhkan anggaran yang besar. Rp 20 miliar cukup," kata dia.

    Sementara itu mengenai target, mengingat banyaknya atlet-atlet top tenis meja berasal dari Asia khususnya Cina dan Jepang. Indonesia yang mempercayai atlet junior berharap bisa tampil maksimal dan menambah pengalaman saja. "Biarkan atlet bisa menimba pengalaman dari atlet-atlet berkelas dunia," ucap Oegroseno.

    Indonesia sudah 37 tahun tidak menjadi tuan rumah kejuaraan tenis meja tingkat Asia. Terakhir Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun 1982.

    IRSYAH HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.