Esport: Urutan 3 Free Fire Asia, Ini Kendala EVOS Roar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten tim EVOS Roar Farhan

    Kapten tim EVOS Roar Farhan "Manay" Ridha setelah meraih juara ketiga turnamem Free Fire Asia Invitation (FFAI) 2019 di ICE BSD by Sinar Mas Land, Tangerang, Sabtu, 7 September 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Tangerang - Tim esport asal Indonesia, EVOS Roar, menempati urutan ketiga dalam turnamen Free Fire Asia Invitation (FFAI) 2019. Kapten tim Farhan Ridha dengan nick name Manay menjelaskan kesulitannya saat bertanding di FFAI 2019.

    "Kami juara ketiga, soalnya kan ini main battle ground, terus ada 13 tim, untuk konsisten jadi yang pertama itu sulit. Ditambah yang susahnya itu baca zona. Zona kan tidak ada yang tahu arahnya ke mana. Mungkin hari ini kami dikasih rejekinya peringkat tiga," kata Manay di ICE BSD by Sinar Mas Land, Tangerang, akhir pekan lalu.

    EVOS Roar sebelumnya merupakan juara dunia dalam  turnamen Free Fire World Cup 2019 di Bangkok, Thailand. Namun, tim yang beranggotakan Naufa "Cupay" Nabbarnur Ibrahim, Regi "Mr. 05" Pratama, dan Saeful "Mr.13" Muharrom harus puas di posisi ketiga turnamen FFAI 2019.

    Tim EVOS Roar ini dulunya bernama Capital Esports yang menjuarai Free Fire Shopee Indonesia Masters 2019. Sebelum mendapat gelar juara, Capital Esports sudah menjadi incaran EVOS Esports dan akhirnya terjadi kesepakatan setelah turnamen selesai. Itu sebabnya, tim tersebut menggunakan nama EVOS Capital saat piala dunia Free Fire.

    "Tapi kami masih konsisten, EVOS akan terus berada di atas. Selain itu, adanya 13 tim yang bertanding di FFAI 2019 ini mempengaruhi, jadi zona lebih padat, kalau kami berdiam di satu tempat, pasti ada isi (musuh) terus," kata Manay.

    Selama delapan ronde pertandingan, EVOS Roar sempat berada di peringkat 7 atau 8 dari 13 tim yang bertanding. Namun, perlahan tim tersebut terus memperbaikinya di setiap ronde.

    "Bangkitnya itu kami belajar dari kemarin di Thailand, kami juga dari bawah, setiap ronde kami evaluasi baca peta permainannya. Apakah kami harus main bar bar atau main gimana. Nah dari situ kami membaca, terus evaluasi sama tim setelah masing-masing ronde selesai," tutur Manay.

    Juara pertama FFAI 2019 adalah tim baru asal Indonesia, Island of God, yang mendapatkan poin sebanyak 2.345 dan dihadiahi US$ 15.000 setara Rp 213 juta). Juara kedua tim asal Thailand Thonburi Esport dengan poin 2.245 mendapat US$ 7.500 (setara Rp 106 juta), dan EVOS Roar ketika dengan poin 1.765 mendapatkan hadiah US$ 5.000 (sekitar Rp 71 juta).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.