Lifter Indonesia Turun di Kejuaraan Dunia Sebelum SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih di sela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Angkat Besi Senior di Pattaya, Thailand, pada 18-27 September mendatang, sebelum diturunkan di SEA Games 2019 Filipina.

    “Sebelum SEA Games ada kejuaraan dunia di Thailand,” kata pelatih nasional angkat besi, Dirdja Wihardja saat ditemui di Mess Kwini, Jakarta, Selasa.

    Terdapat tujuh lifter yang akan mewakili Indonesia pada kejuaraan tersebut. Mereka terdiri dari tiga atlet pada kategori putri dan empat atlet untuk kategori putra.

    Untuk kategori putri akan diisi oleh Lisa Setiawati, Windy Cantika, dan Nurul Akmal, yang masing-masing akan bertanding pada kelas 45kg, 49kg, dan plus 87kg.

    Kemudian empat atlet putra antara lain Surahman, Eko Yuli Irawan, Deni, Rahmat Erwin Abdullah, dan Triyatno.

    Menurut Dirdja, kejuaraan dunia itu diikuti oleh negara-negara yang juga mengikuti SEA Games 2019. Dengan demikian, kata Dirdja, itu merupakan ajang untuk mengetahui calon lawan yang akan dihadapi di Filipina nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.