Esports: EVOS Roar dan Island of God Incar World Cup Free Fire

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Esports Island of God juara turnamen Free Fire Asia Invitational 2019 (Foto: TEMPO | Khory)

    Tim Esports Island of God juara turnamen Free Fire Asia Invitational 2019 (Foto: TEMPO | Khory)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tim eSports Indonesia, EVOS Roar dan Island of God, mengincar lolos ke Piala Dunia atau Free Fire World Series 2019 yang akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil. Kedua tim sebelumnya berhasil merebut juara dalam turnamen Free Fire Asia Invitation (FFAI) 2019.

    Kapten tim EVOS Roar, Farhan Ridha, mengatakan meski berada di peringkat ketiga pada FFAI 2019, timnya akan melakukan persiapan ke piala dunia. "Sebelumnya akan ada pertandingan nasional dulu. Nah, kami lagi mempersiapkan itu dulu," ujar pria yang mempunyai nick name Manay, di Serpong, Tangerang Selatan, kemarin.

    Menurut Manay, EVOS Roar langsung akan fokus ke laga terdekat. Sebelum merebut juara ketiga di FFAI 2019, tim EVOS Roar yang terdiri dari Naufa "Cupay" Nabbarnur Ibrahim, Regi "Mr. 05" Pratama, dan Saeful "Mr.13" Muharrom merupakan juara dunia dalam turnamen Free Fire World Cup 2019 di Bangkok, Thailand.

    Tim EVOS Roar sebelumnya bernama Capital Esports yang menjuarai Free Fire Shopee Indonesia Masters 2019. Sebelum mendapat gelar juara, Capital Esports sudah menjadi incaran EVOS Esports untuk merger. Itu sebabnya, tim tersebut menggunakan nama EVOS Capital saat Piala Dunia Free Fire.

    Sementara juara FFAI 2019, Island of God juga mempunyai target yang sama dengan EVOS Roar. Kapten tim Fickri Aulia dengan nick name IOG Kids menyatakan ingin mewakil Indonesia di pentas Piala Dunia Free Fire. "Kami latihan only free fire saja. Target kami setelah ini ke Brasil di piala dunia," sebut dia. 

    Menurut Fickri, turnamen FFAI 2019 bisa menjadi ajang pemanasan sebelum benar-benar bisa mewakili Indonesia ke Free Fire World Series 2019. Sebab, sejumlah tim eSports yang bermain di FFAI pekan lalu telah melalui proses kualifikasi di negara masing-masing.

    Fickri menambahkan karena tim baru terbentuk tujuh bulan, rekan-rekannya tengah berupaya meningkatkan soliditas dan keterikatan tim (chemistry). "Kami optimalkan quality time sama anak-anak. Apa lagi kami tinggal bareng di game house," sebut dia. 

    MOH. KHORY ALFARIZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.