Ketum PB PBSI Wiranto Tanggapi Kontroversi PB Djarum dan KPAI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto menyatakan pencarian bibit-bibit atlet muda merupakan proses penting yang akan menentukan kemajuan prestasi bulu tangkis di Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan Wiranto menanggapi polemik yang tengah terjadi antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum.

    “Jangan sepelekan proses pencarian bibit-bibit muda. Justru pencarian bibit itu merupakan langkah awal yang akan menentukan kemajuan bulu tangkis Indonesia. Kalau ada masalah di proses pencarian bibit itu, harus diselesaikan,” kata Wiranto saat menghadiri konferensi pers Yuzu Indonesia Masters 2019 di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

    Menanggapi polemik tersebut, dia pun berencana untuk melakukan mediasi dengan kedua belah pihak, baik KPAI maupun PB Djarum. Akan tetapi, dia belum dapat menentukan waktu pelaksanaan mediasi tersebut.

    “Sekarang ini yang terjadi adalah sudah terjadi salah paham duluan, publik juga masih panas. Makanya nanti semuanya kita akan ajak bicara, kita selesaikan, pasti ada jalan. Yang pasti, proses pencarian bakat tidak akan berhenti,” ujar Wiranto.

    Dia pun menuturkan apabila proses pencarian bakat sudah tidak dilanjutkan lagi, maka nasib badminton Indonesia akan terpuruk. Oleh karena itu, dia optimistis akan ada jalan keluar atau solusi atas permasalahan tersebut.

    “Kalau proses pencarian bibit-bibit itu berhenti, badminton Indonesia bisa selesai. Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tapi nanti, mungkin lima tahun lagi baru kelihatan bahwa badminton Indonesia makin terpuruk. Kita tidak ingin itu terjadi,” tutur dia.

    Sementara itu, dia mengungkapkan permasalahan tersebut sejatinya dapat diselesaikan asalkan semua pihak mau berpikiran positif, terutama berpikiran mengenai pentingnya pembinaan terhadap atlet-atlet bulu tangkis di tanah air.

    “Kalau semua pihak memiliki pengertian dan pemahaman yang baik mengenai arti penting serta tujuan dari pembinaan atlet, pasti semuanya akan berjalan baik-baik saja. Masalah ini bisa selesai dengan diskusi dan musyawarah mufakat, jadi tidak perlu ramai di publik,” ungkap Wiranto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.