Jebolan PB Djarum Ini Khawatirkan Regenerasi Atlet Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yuni Kartika. (pbdjarum.org)

    Yuni Kartika. (pbdjarum.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet bulu tangkis, Yuni Kartika mengkhawatirkan regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia terhambat seiring dengan keluhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap PB Djarum telah mengeksploitasi anak.

    "Ini yang terpenting di sisi mata rantai paling bawah yakni audisi, kalau harus berhenti ini benar-benar bisa mematikan bibit-bibit awal," kata Yuni di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Jebolan PB Djarum ini menganggap organisasi itu bukan hanya membina atlet, namun lebih jauh telah membuat ekosistem bulu tangkis di Indonesia dan berbeda dari PT Djarum sebagai perusahaan rokok.

    Menurut Yuni, PB Djarum telah membuat ekosistem bulu tangkis dari hulu ke hilir mulai dari pembinaan, audisi, hingga mengantarkan atlet menuju pintu gerbang pentas dunia.

    Hasilnya adalah para pemain yang telah mengharumkan nama bangsa seperti Alan Budikusuma, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Praveen Jordan.

    "Saya adalah produk audisi, dari kecil saya melihat PB Djarum itu impian saya. Melihat ada Liem Swie King dan ingin seperti dia dan tidak pernah berpikir bahwa PB Djarum itu rokok," kata dia.

    Apabila nama Djarum dihilangkan demi menghapus citra eksploitasi anak, maka juga telah mencabut identitas kebanggaan anak-anak yang bermimpi menjadi bagian PB Djarum.

    "Namanya persatuan bulu tangkis itu bukan brand rokok, itu adalah kebanggaan identitas dari sebuah klub. Bagaimana itu bisa diganti itu sangat enggak masuk akal," kata dia.

    Meski begitu, apa pun hasil keputusan antara otoritas menyangkut polemik ini, Yuni mengharapkan bisa segera diselesaikan dan audisi bulu tangkis tetap berlanjut demi regenerasi atlet Indonesia.

    "Bagaimanapun kita harus bisa berjalan dengan restu dari semua pihak, dan kita mau audisi berjalan di setiap daerah di setiap provinsi tanpa ada halangan," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.