Naomi Osaka Ganti Pelatih Lagi, Kali Kedua Dalam 9 Bulan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Bintang tenis asal Jepang Naomi Osaka pada Jumat mengumumkan bahwa ia berpisah dengan pelatihnya, perpisahan yang kedua kalinya tahun ini, saat ia berjuang untuk mendapatkan performanya dan memperbaiki peringkat.

    Menjelang turnamen Pan Pacific Open di Osaka, Jepang barat, petenis berusia 21 tahun itu mengumumkan ia tidak lagi bekerja dengan Jermaine Jenkins, yang bergabung dengan timnya setelah ia menjuarai Australia Open Januari lalu.

    "Menulis ini agar kalian tahu bahwa saya dan Jay tidak akan bekerja sama lagi," kata Osaka melalui Twitter.

    "Saya sangat bersyukur untuk waktu yang kami habiskan bersama dan hal-hal yang saya pelajari di dalam dan di luar lapangan, tapi saya merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk perubahan. Terima kasih untuk segalanya, itu sebuah ledakan," tambah Osaka dikutip AFP, Jumat.

    Osaka sudah mengejutkan dunia tenis ketika ia mengumumkan perpisahan dengan pelatih Sascha Bajin, yang telah mengawasi kenaikannya yang menakjubkan untuk memenangi dua grand slam – AS Terbuka pada 2018 dan gelar Australia Terbuka 2019 pada Januari lalu.

    Namun, hasil yang diperolehannya sejak Australia Terbuka tidak stabil. Ia kalah pada putaran ketiga Prancis Terbuka oleh Katerina Siniakova dari Republik Cek, peringkat 41 di bawahnya dalam ranking dunia.

    Ia kemudian menderita kekalahan memalukan pada putaran pertama Wimbledon oleh Yulia Putintseva dari Kazakhstan, sebelum disingkirkan dari AS Terbuka bulan ini pada babak 16 besar oleh petenis Swiss Belinda Bencic.

    Performa Naomi Osaka di luar grand slam tidak lebih baik, kalah pada dua perempat final selama musim lapangan keras di AS yang membuatnya turun dari peringkat satu dunia ke urutan keempat pada daftar terbaru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.