Pencak Silat Reog Ponorogo Tampil Memukau di Azerbaijan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara karnaval Indonesian Cultural Festival di Azerbaijan, sebagai kampanye budaya Indonesia, Jumat, 13 September 2019.

    Acara karnaval Indonesian Cultural Festival di Azerbaijan, sebagai kampanye budaya Indonesia, Jumat, 13 September 2019.

    INFO SPORT — Pencak Silat Reog Ponorogo membuat lebih dari 2.000 orang di Fountain Square Baku, Azerbaijan, takjub dan terkesima. Hal ini terjadi dalam acara karnaval Indonesian Cultural Festival di Azerbaijan, sebagai kampanye budaya Indonesia, Jumat, 13 September 2019.

    Sebelum kegiatan berlangsung, terjadi pertemuan antara Indonesia dan perwakilan Azerbaijan untuk membahas usulan Pemerintah Indonesia, agar pencak silat masuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade. 

    Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Kemenpora, Sandi Suwardi Hasan, menyampaikan Azerbaijan mendukung sepenuhnya pencak silat Indonesia masuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade, dan aktif dalam ikut mengkampanyekan pencak silat ke seluruh dunia. 

    Sementara menurut Wisnu Hadi Prayitno, pimpinan rombongan Pencak Silat & Reog, hadir di fasilitasi Kemenpora guna mempromosikan pencak silat dan memberikan kesempatan generasi muda Indonesia untuk diterima dan mempunyai pengalaman internasional.

    Duta Besar KBRI Baku, Husnan Bey Fananie, menyampaikan Indonesia menyapa Azerbaijan dengan cinta dan persaudaraan, ditandai dengan kuatnya komunikasi antara kedua negara. Selain peserta parade, masyarakat Baku, Azerbaijan, juga ikut memeriahkan kegiatan tersebut dengan turun bersama, menari dan bernyanyi mengikuti ritme. Terlihat di sepanjang jalan yang dilalui parade, masyarakat Azerbaijan menyambut dengan suka cita serta ikut mengabadikan momen tersebut. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.